Sebanyak 1.954 warga dari 601 keluarga di Kabupaten Aceh Timur masih bertahan di pengungsian setelah bencana yang melanda akhir November 2025.
Para pengungsi tersebar di sejumlah titik di tiga kecamatan dan hidup dalam kondisi serba terbatas. Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana peran dan respons pemerintah daerah dalam penanganan korban bencana.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
1.954 Warga Aceh Timur Masih Bertahan di Pengungsian
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan bahwa hingga kini ribuan warga masih harus bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025. Bencana tersebut menyebabkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Menurut data pemerintah daerah, total korban terdampak yang masih berada di pengungsian mencapai 1.954 jiwa yang berasal dari 601 kepala keluarga. Para pengungsi ini tersebar di sejumlah titik yang telah disiapkan. Sementara oleh pemerintah maupun lokasi pengungsian mandiri yang dibangun oleh masyarakat.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, termasuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan dapat terpenuhi. Situasi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar warga telah berada di pengungsian selama beberapa bulan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pengungsian Tersebar di Tiga Kecamatan
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menjelaskan bahwa lokasi pengungsian saat ini tersebar di 13 titik yang berada di tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Pante Bidari, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih. Setiap lokasi menampung puluhan hingga ratusan warga terdampak bencana.
Wilayah dengan jumlah pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Pante Bidari dengan total tujuh titik pengungsian yang tersebar di empat desa. Desa-desa tersebut adalah Gampong Sah Raja, Gampong Pante Labu, Gampong Alue Ie Mirah, dan Gampong Sijudo.
Dari seluruh desa tersebut, Gampong Sah Raja menjadi lokasi dengan jumlah pengungsi terbesar. Di desa ini terdapat 712 jiwa dari 239 keluarga yang mengungsi di tiga dusun, yakni Dusun Pureng, Dusun Sarah Gala, dan Dusun Sarah Raja. Sebagian besar warga membangun tenda keluarga secara mandiri sebagai tempat tinggal sementara.
Baca Juga: Gunung Semeru Menggila! Erupsi Dahsyat 600 Meter, Status Siaga III Mengancam!
Kondisi Pengungsian di Kecamatan Serbajadi
Sementara itu di Kecamatan Serbajadi terdapat lima titik pengungsian yang menampung ratusan warga terdampak bencana. Salah satu titik pengungsian terbesar berada di Dusun Karang Kuda, Gampong Bunin, dengan jumlah pengungsi mencapai 372 jiwa dari 100 keluarga.
Lokasi pengungsian lainnya berada di Dusun Peukan Lokop, Gampong Lokop, yang menampung 47 jiwa dari 27 keluarga. Para warga di lokasi ini sementara waktu menempati kantor kepala desa sebagai tempat perlindungan dari dampak bencana.
Selain itu, pengungsian juga terdapat di Dusun Bugak, Gampong Sunti dengan 187 jiwa dari 50 keluarga yang tinggal di Balai Adat Desa Sekualan. Pengungsi lainnya berada di Gampong Umah Taring sebanyak 180 jiwa dari 55 keluarga yang menempati bangunan SD Loot Jering serta di Gampong Ujung Karang sebanyak 18 jiwa dari lima keluarga.
Pengungsi Bertahan di Simpang Jernih
Di wilayah Kecamatan Simpang Jernih tercatat terdapat satu titik pengungsian utama yang berada di Gampong Ranto Panjang. Lokasi ini menampung sekitar 221 jiwa dari 70 keluarga yang menjadi korban bencana hidrometeorologi.
Berbeda dengan beberapa lokasi lain yang memanfaatkan bangunan umum, sebagian besar warga di Gampong Ranto Panjang memilih membangun hunian darurat secara mandiri. Rumah-rumah darurat tersebut didirikan dari bahan sederhana sebagai tempat berlindung sementara.
Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi jangka panjang bagi para pengungsi agar mereka dapat segera kembali ke kehidupan normal. Penanganan pascabencana, termasuk perbaikan infrastruktur dan pemulihan pemukiman warga, menjadi fokus utama pemerintah di Kabupaten Aceh Timur.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari aceh.antaranews.com
- Gambar kedua dari metrotvnews.com