34 hari pascabanjir dan longsor di Tapanuli Selatan, 4.693 warga masih bertahan di pengungsian, butuh perhatian dan bantuan segera.
Bencana banjir dan longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel) telah berlalu lebih dari sebulan, namun ribuan warga masih harus tinggal di pengungsian. Hingga kini, 4.693 orang belum dapat kembali ke rumah mereka karena kerusakan parah dan risiko keselamatan yang masih tinggi.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta memulihkan kehidupan warga terdampak.Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Pascabencana Tapsel: Ribuan Warga Masih Bertahan Di Pengungsian
Dampak banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025) masih dirasakan hingga kini. Berdasarkan data BPBD Sumut per Minggu (28/12/2025), sebanyak 4.693 warga masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka rusak parah atau tertimbun material lumpur, Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, menjadi salah satu wilayah paling terdampak.
Pembersihan Material Lumpur Masih Berlangsung
Aparat gabungan TNI dan Polri terus melakukan pembersihan lumpur dan material longsor di rumah-rumah warga. Aktivitas ini dilakukan secara gotong royong menggunakan alat manual seperti sekop, cangkul, dan gerobak sorong.
Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, menyebutkan tim gabungan diterjunkan ke titik-titik krusial agar proses pembersihan lebih cepat dan rumah warga dapat segera difungsikan kembali.
Baca Juga: Mensos Pastikan Bansos Tetap Disalurkan Selama Libur Akhir Tahun
Dukungan Dapur Lapangan Untuk Korban
Selain pembersihan hunian, petugas juga mengoperasikan dapur umum di Kantor Camat Batang Toru. Dapur lapangan ini bertujuan memastikan ketersediaan konsumsi bagi warga terdampak dan personel yang bertugas di lokasi bencana.
Pendekatan ini menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu pemulihan infrastruktur lebih lanjut.
Pemerintah Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Lahan Pertanian
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat meninjau Kecamatan Angkola Muara Tais, menegaskan pemerintah pusat dan daerah akan memprioritaskan perbaikan rumah rusak serta lahan pertanian yang terdampak. Rumah rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang akan diperbaiki, begitu juga sawah dan kebun akan dipulihkan dari bibit hingga pengolahan lahan, Fasilitas umum seperti gereja dan sekolah juga akan dibenahi, ini dilakukan bertahap, jelas Bobby.
Data Terbaru Korban dan Prioritas Pemulihan
Hingga Minggu (28/12/2025), BPBD Sumut mencatat korban jiwa akibat banjir dan longsor di Tapsel mencapai 88 orang meninggal, 127 orang terluka, dan 20 orang masih hilang. Ribuan warga terpaksa mengungsi sementara hunian mereka diperbaiki.
Kebutuhan mendesak saat ini mencakup perbaikan hunian dan penyediaan bibit pertanian, sebagai upaya memulihkan mata pencaharian yang hilang akibat bencana. Pemerintah daerah dan aparat gabungan terus memaksimalkan koordinasi di lapangan agar bantuan tepat sasaran.
Fokus utama adalah memastikan keselamatan warga, mempercepat pemulihan infrastruktur, dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan psikologis dan sosial terhadap korban yang masih bertahan di pengungsian.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari medan.kompas.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com