TNI Tegaskan Pembubaran Massa di Lhokseumawe Sesuai SOP

TNI Tegaskan Pembubaran Massa di Lhokseumawe Sesuai SOP
Bagikan

TNI menegaskan tindakan pembubaran massa di Lhokseumawe, Aceh, dilakukan sesuai prosedur operasional standar dan bertujuan menjaga keamanan.

TNI Tegaskan Pembubaran Massa di Lhokseumawe Sesuai SOP

TNI menegaskan pembubaran aksi massa di Lhokseumawe dilakukan secara persuasif dan sesuai hukum, menyusul temuan bendera GAM serta senjata api dan senjata tajam di lokasi aksi. Berikut ini NASIB RAKYAT akan membahas pembubaran massa di lhokseumawe sesuai SOP.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

TNI Tegaskan Larangan Bendera Separatis

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menjelaskan bahwa pembubaran aksi massa di Lhokseumawe, Aceh, dilakukan oleh prajurit TNI AD dari Korem 011/Lilawangsa semata-mata untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.

Freddy menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada aturan hukum nasional, karena simbol tersebut. Diidentikkan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dipandang sebagai gerakan separatis dan bertentangan dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena itu, langkah pembubaran diambil sebagai upaya pencegahan agar situasi keamanan tetap kondusif serta tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap stabilitas dan persatuan nasional.

TNI dan Polri Kedepankan Pendekatan Persuasif

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menjelaskan bahwa larangan pengibaran bendera bulan bintang memiliki dasar hukum yang jelas. Antara lain Pasal 106 dan 107 KUHP, Pasal 24 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Serta Lagu Kebangsaan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah

Freddy mengungkapkan, peristiwa bermula pada Kamis pagi (25/12/2025) dan berlanjut hingga Jumat dini hari. Ketika sekelompok massa melakukan konvoi dan aksi unjuk rasa di Kota Lhokseumawe.

Menindaklanjuti laporan, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran segera berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe. Personel Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara mendatangi lokasi aksi dengan mengutamakan pendekatan persuasif.

Baca Juga:Solidaritas Mengalir, Bantuan Pangan Dan Kesehatan Untuk Korban Bencana Sumatera​

Pembubaran Terukur, Aparat Temukan Senjata

Pembubaran Terukur, Aparat Temukan Senjata

Karena imbauan persuasif tidak diindahkan, aparat TNI dan Polri akhirnya melakukan pembubaran aksi massa secara terukur dengan mengamankan bendera yang dibawa peserta. Langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi situasi dan menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Lhokseumawe.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan satu pucuk senjata api Colt M1911 lengkap dengan amunisi dan magazennya, serta sebuah senjata tajam tradisional rencong yang dibawa salah satu peserta aksi. Penemuan ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam menjaga keamanan di lokasi aksi.

Sementara itu, koordinator aksi menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikannya secara damai bersama aparat keamanan. TNI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi.

TNI Imbau Publik Tak Terprovokasi Informasi Keliru

Freddy menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI), bekerja sama dengan pemerintah daerah dan aparat terkait. Akan terus mengutamakan pendekatan yang dialogis, persuasif, dan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya mengandalkan tindakan keras. Tetapi juga mengutamakan komunikasi, musyawarah, dan keterlibatan aktif dengan masyarakat untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Selain itu, Freddy menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh untuk menjaga Aceh tetap aman, damai, dan kondusif sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Mengingat arus informasi yang cepat dapat memengaruhi persepsi publik dan stabilitas sosial.

Dengan demikian, pernyataan Freddy mencerminkan strategi keamanan yang seimbang antara pendekatan humanis, penguatan kerja sama antarinstansi, dan upaya edukasi publik untuk mendukung terciptanya situasi yang harmonis di Aceh. Ikutin terus NASIB RAKYAT, Agar kalian tidak ketinggalan informasi berita terbaru dan terviral yang kami update.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari GenPI.co
  2. Gambar Kedua dari Kumparan