Banjir susulan kembali melanda lima kecamatan di Aceh Timur akibat hujan deras sejak Rabu malam air sungai meluap hingga sedada orang dewasa.
Aktivitas warga lumpuh, termasuk sekolah, kerja, dan perekonomian lokal. BPBD bersama tim gabungan siaga memantau situasi, mengevakuasi warga rentan, dan menyalurkan bantuan darurat. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan melaporkan peningkatan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Lima Kecamatan di Aceh Timur Terendam Banjir Susulan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur melaporkan terjadinya banjir susulan yang merendam lima kecamatan di wilayah tersebut akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (7/1) malam. Ketinggian air di beberapa lokasi mencapai sedada orang dewasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga.
Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah, menyatakan bahwa curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Luapan ini terutama terjadi di daerah Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat. Banjir susulan ini datang di tengah proses pemulihan wilayah pascabencana akhir November 2025.
Afifullah menambahkan bahwa banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga akses jalan antardesa serta sejumlah fasilitas umum. Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat. “Genangan air menyebabkan kesulitan bagi warga untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas sehari-hari,” kata Afifullah.
Banjir Ganggu Aktivitas Warga
Sejumlah ruas jalan desa terendam air, sehingga mobilitas masyarakat terganggu. Warga yang sebelumnya sempat membersihkan rumah dan lingkungan mereka kini kembali menghadapi genangan air yang masuk ke rumah. Banyak warga harus menghentikan sementara aktivitas sehari-hari dan menunggu air surut.
Menurut laporan BPBD, beberapa fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan tempat ibadah juga terdampak. Aktivitas ekonomi warga menurun karena sulitnya transportasi dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Warga yang tinggal di bantaran sungai menghadapi risiko lebih tinggi, terutama saat hujan masih terus turun.
Afifullah menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat di daerah rawan banjir. Warga diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di lokasi tergenang dan selalu mengikuti arahan petugas. Keselamatan warga menjadi prioritas utama bagi BPBD dan instansi terkait.
Baca Juga: Dasco Turun Langsung ke Aceh, DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Pemulihan Pascabencana
Langkah Penanganan Banjir dan Evakuasi Warga
BPBD Kabupaten Aceh Timur bersama tim gabungan dari instansi terkait telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi banjir. Tim ini bertugas mendata dampak banjir susulan, menilai risiko, dan memastikan keselamatan warga di lima kecamatan terdampak.
Selain pemantauan, BPBD menyiagakan evakuasi bila ketinggian air terus meningkat. Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Petugas juga menyediakan bantuan darurat bagi warga yang terdampak banjir, termasuk penyaluran makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Afifullah menyebutkan, “Kami terus memantau wilayah terdampak. Jika air naik lebih tinggi, evakuasi segera dilakukan agar tidak membahayakan keselamatan warga. Koordinasi dengan aparat desa dan tim relawan menjadi kunci dalam penanganan banjir ini.”
Imbauan bagi Masyarakat Aceh Timur
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau di sepanjang bantaran sungai. Warga diminta memantau perkembangan cuaca secara rutin dan segera melaporkan peningkatan ketinggian air kepada petugas BPBD atau aparat desa.
BPBD menekankan agar warga tidak mencoba membersihkan rumah atau melakukan aktivitas di lokasi tergenang sendiri. Koordinasi dengan petugas lapangan sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerugian lebih besar. “Keselamatan warga adalah prioritas utama. Jangan mengambil risiko jika lokasi sudah tergenang,” tegas Afifullah.
Selain itu, masyarakat dihimbau untuk menyiapkan langkah darurat, termasuk memindahkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi. Pemantauan banjir susulan akan terus dilakukan hingga air surut dan situasi kembali normal.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari aceh.antaranews.com
- Gambar Kedua dari dialoguejakarta.com