Tragedi mengerikan terjadi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, saat longsor dahsyat menimpa Kampung Tuwa sebuah rumah hancur total.
Evakuasi dilakukan oleh warga dan aparat setempat, sementara anak lainnya yang selamat tengah menjalani perawatan. Hujan lebat dan angin kencang menjadi pemicu bencana ini. Simak kronologi, kondisi korban, serta upaya penyelamatan terkini dalam tragedi yang meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Tragedi Longsor di Kampung Tuwa, Manggarai Timur
Longsor menerjang Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis sore (22/1/2026). Material longsor berupa tanah, batu besar, dan pohon menimbun rumah milik Kongradus Lasa, menghancurkan bangunan tersebut secara total.
Istri Kongradus, Albina Ria (49), sempat dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Benteng Jawa, namun meninggal dunia beberapa jam kemudian. Sementara itu, anak laki-lakinya yang berusia tiga tahun, Apri Nikolaus Aca, masih menjalani perawatan intensif. Dua anak perempuan korban hingga kini masih tertimbun material longsor dan belum ditemukan.
Keluarga Kongradus dikenal sebagai petani setempat. Longsor yang datang begitu cepat membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar yang melihat rumah hancur seketika oleh aliran material tanah dan batu.
Proses Penyelamatan di Lokasi Longsor
Kongradus dan anak laki-lakinya yang lain selamat karena sedang berada di sawah mengurus kerbau saat longsor terjadi. “Suaminya ke sawah urus kerbau dengan salah satu anak laki-lakinya,” ungkap Sekretaris Camat Lamba Leda, Rikardus Samin, pada Sabtu (24/1/2026).
Rumah korban berada tepat di jalur longsor yang datang dari ketinggian sekitar 50 meter. Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah tersebut, dan keluarga yang berada di rumah tidak menyadari adanya longsor. Akibatnya, mereka tidak sempat melarikan diri.
“Kecepatan material longsor cukup tinggi. Menurut saksi mata, hanya dalam waktu sekitar satu menit, aliran tanah dan batu menyapu bersih area sekitarnya,” jelas Rikardus. Kondisi ini membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit, terutama bagi dua anak perempuan yang tertimbun dalam rumah.
Baca Juga: Tangerang Darurat! Banjir 4 Meter Rendam Perumahan, Ratusan Jiwa Terjebak Dan Mengungsi!
Situasi dan Evakuasi Korban Longsor
Warga sekitar segera melakukan evakuasi setelah menyadari empat orang tertimbun material longsor. Bagian tangan Albina sempat terlihat di permukaan, sehingga warga berhasil mengevakuasi dirinya beserta anak laki-lakinya yang berusia tiga tahun. Dua anak lainnya tertimbun cukup dalam sehingga belum bisa ditemukan hingga saat ini.
Setelah dievakuasi dari lumpur, Albina dan anaknya dibawa ke Pustu Desa Goreng Meni untuk penanganan awal. Selanjutnya, keduanya dipindahkan ke Puskesmas Benteng Jawa pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita untuk perawatan medis lebih lanjut.
Sayangnya, Albina menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 00.00 Wita di fasilitas kesehatan tersebut. Pihak keluarga telah menjadwalkan pemakaman untuk korban pada hari ini, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Situasi Terkini Wilayah Terdampak Longsor
Longsor yang menimpa Kampung Tuwa menjadi peringatan bagi warga desa di kawasan pegunungan Manggarai Timur. Rumah Kongradus hanyalah salah satu dari bangunan yang berada di jalur longsor, menekankan risiko tinggi yang muncul saat hujan deras disertai angin kencang.
Warga dan aparat desa kini bekerja sama untuk memantau lokasi rawan longsor dan mengevakuasi warga yang masih berada di jalur berbahaya. Beberapa material longsor masih menutupi lahan pertanian dan akses jalan desa, menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Pemerintah setempat dan warga berharap agar tragedi ini menjadi perhatian serius untuk mitigasi bencana di wilayah pegunungan NTT. Sementara itu, pencarian dua anak yang masih tertimbun material longsor terus dilakukan dengan melibatkan warga dan aparat setempat, menimbulkan harapan sekaligus kecemasan bagi keluarga korban.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com