Pemulihan pascabanjir di Aceh Utara belum sepenuhnya tuntas Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali memperpanjang masa darurat bencana.
Ribuan warga masih mengungsi, sementara kerusakan rumah dan infrastruktur belum tertangani secara menyeluruh. Perpanjangan status darurat ini diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak banjir. Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Pemkab Aceh Utara Resmi Perpanjang Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali memperpanjang status tanggap darurat penanganan bencana banjir hingga 31 Januari 2026. Kebijakan ini diambil karena kondisi wilayah terdampak banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu dinilai belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi infrastruktur maupun kehidupan sosial masyarakat.
Perpanjangan status tanggap darurat tersebut merupakan lanjutan dari masa sebelumnya yang berakhir pada 24 Januari 2026. Dengan keputusan baru ini, masa tanggap darurat diperpanjang mulai 25 Januari hingga 31 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan berjalan lebih optimal dan terkoordinasi.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat terdampak. Pemerintah menilai masih dibutuhkan langkah-langkah ekstra untuk mempercepat pemulihan pascabanjir yang melanda hampir seluruh kecamatan.
Progres Pemulihan Masih Minim
Keputusan perpanjangan status tanggap darurat tersebut secara resmi ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil. Penetapan ini didasarkan pada hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan penanganan bencana di lapangan selama masa tanggap darurat sebelumnya.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, progres pemulihan secara keseluruhan di Aceh Utara masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah wilayah masih tergenang, akses jalan belum sepenuhnya pulih, serta ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai perpanjangan status tanggap darurat menjadi langkah strategis agar koordinasi lintas sektor tetap berjalan. Dukungan dari pemerintah pusat, relawan, serta berbagai elemen masyarakat juga diharapkan dapat terus mengalir demi mempercepat proses pemulihan.
Baca Juga: Banjir Kronjo Melanda Tangerang! 1.236 Rumah Terendam, Air Setinggi 70 Cm
Dampak Banjir Meluas, Ribuan Warga Masih Mengungsi
Data sementara mencatat, jumlah warga terdampak banjir di Aceh Utara mencapai 433.064 jiwa atau sekitar 124.549 kepala keluarga. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala bencana yang harus ditangani oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.261 jiwa atau 9.242 kepala keluarga hingga kini masih berada di pengungsian. Selain itu, tercatat pula 2.127 warga mengalami luka-luka akibat bencana banjir yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah.
Kelompok rentan menjadi perhatian khusus dalam penanganan bencana ini. Tercatat terdapat 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan dan pendampingan intensif selama masa pemulihan berlangsung.
Ribuan Rumah Rusak dan Program Hunian Terus Diverifikasi
Selain berdampak pada manusia, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur permukiman warga. Data menunjukkan sebanyak 9.707 rumah mengalami kerusakan berat, 26.298 unit rusak sedang, dan 62.890 unit lainnya mengalami kerusakan ringan akibat terjangan banjir.
Untuk mempercepat pemulihan, Bupati Aceh Utara telah menetapkan program pembangunan hunian tetap bagi korban banjir. Pada gelombang pertama, sebanyak 4.000 unit hunian tetap telah ditetapkan untuk calon penerima manfaat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Selanjutnya, pada gelombang kedua, pemerintah kembali menetapkan 9.707 unit hunian tetap tambahan. Saat ini, data calon penerima bantuan tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh BPBD dan BNPB agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat segera direalisasikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari gemarnews.com