Banjir dan tanah longsor di Sumatera masih memaksa 105.842 orang mengungsi, menunjukkan pemulihan pascabencana yang panjang.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada November 2025 meninggalkan dampak mendalam. Hingga 4 Februari 2026, 105.842 orang masih mengungsi dari rumah mereka. Meski menurun drastis dari puncak pengungsian, proses pemulihan pascabencana masih membutuhkan perhatian serius berbagai pihak.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Jumlah Pengungsi Menurun Signifikan
Juru Bicara Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan Rabu, 4 Februari 2026, jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 105.842 orang. Angka ini disampaikan dalam jumpa pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.
Amran menjelaskan bahwa jumlah pengungsi saat ini telah mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan data awal pengungsian. Pada 2 Desember 2025, tercatat sebanyak 2.178.269 orang mengungsi di tiga provinsi tersebut. Ini berarti terjadi penurunan sebanyak 2.072.427 pengungsi dalam kurun waktu sekitar dua bulan.
Rincian jumlah pengungsi yang tersisa menunjukkan bahwa Aceh memiliki jumlah pengungsi terbanyak, yaitu 85.717 orang. Diikuti oleh Sumatera Utara dengan 11.085 orang, dan Sumatera Barat dengan 9.040 orang. Data ini memperlihatkan bahwa Aceh masih menjadi wilayah yang paling terdampak dalam hal jumlah warga yang belum bisa kembali ke rumah.
Progress Pembersihan Akses Utama
Amran juga melaporkan bahwa upaya pembersihan lumpur dan pembukaan akses jalan utama telah berhasil diselesaikan 100 persen. Proses ini telah tuntas sejak 25 Januari 2026, menunjukkan respons cepat dalam memulihkan konektivitas di wilayah yang terdampak bencana.
Menurut Amran, sejak akhir tahun lalu, seluruh akses jalan yang sebelumnya tertutup lumpur akibat bencana telah berhasil dibuka kembali. Ini merupakan capaian penting yang sangat membantu dalam distribusi bantuan serta mobilitas masyarakat dan petugas di lapangan.
Penyelesaian pembukaan akses jalan utama ini menjadi fondasi penting bagi tahap-tahap rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya. Dengan jalur transportasi yang kembali normal, diharapkan proses pemulihan di berbagai sektor dapat berjalan lebih lancar dan efektif.
Baca Juga: Tragedi Di Ngada: Siswa SD Bunuh Diri Diduga Akibat Penolakan Bansos Administrasi
Upaya Pemulihan Berkelanjutan
Meskipun akses jalan utama telah pulih, upaya pemulihan di lapangan masih terus berlangsung. Saat ini, fokus utama adalah pada perbaikan saluran drainase dan parit, serta pembersihan tanah dan lumpur yang masih menutup akses di sejumlah titik yang lebih kecil atau di area permukiman warga.
Di Provinsi Aceh, dari 235 lokasi yang menjadi target pembersihan, 129 lokasi telah berhasil diselesaikan. Namun, masih ada 106 lokasi lain yang saat ini masih dalam proses penanganan. Hal ini menunjukkan bahwa skala kerusakan di Aceh cukup luas dan membutuhkan waktu serta sumber daya yang lebih banyak.
Untuk Sumatera Utara, dari total 10 lokasi yang menjadi sasaran pembersihan, 7 lokasi telah rampung sepenuhnya, sementara 3 lokasi sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Berbeda dengan dua provinsi lainnya, di Sumatera Barat, seluruh 9 lokasi sasaran pembersihan telah berhasil diselesaikan sepenuhnya, menunjukkan progress yang lebih cepat di wilayah tersebut.
Komitmen Dan Harapan Masa Depan
Data yang disampaikan oleh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menunjukkan komitmen pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana. Penurunan drastis jumlah pengungsi serta percepatan pembukaan akses jalan merupakan indikator positif dari upaya penanganan yang telah dilakukan.
Namun, sisa 105.842 pengungsi dan banyaknya lokasi pembersihan yang masih berlangsung menegaskan bahwa perjalanan menuju pemulihan total masih panjang. Koordinasi dan kolaborasi antarpihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sendiri, menjadi kunci keberhasilan.
Diharapkan, dengan upaya berkelanjutan, seluruh pengungsi dapat segera kembali ke rumah masing-masing dan kehidupan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Fokus pada pemulihan infrastruktur dasar dan penyediaan kebutuhan pokok akan tetap menjadi prioritas utama.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari kompasiana.com