Bencana: Banjir Bandar Lampung Seret Tiga Warga, Satu Korban Tewas

Lampung Seret Tiga Warga, Satu Korban Tewas Lampung Seret Tiga Warga, Satu Korban Tewas
Bagikan

Banjir yang melanda Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) menelan korban jiwa, tiga warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.

Lampung Seret Tiga Warga, Satu Korban Tewas

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan langsung melakukan pencarian intensif. Satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tanpa identitas, sementara dua korban lainnya yang masih anak-anak masih dalam proses pencarian.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Banjir Bandar Lampung Hanyutkan Tiga Warga, Satu Tewas

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) menelan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melaporkan tiga warga hanyut terseret arus deras saat banjir melanda beberapa kawasan permukiman.

Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang ditemukan merupakan seorang laki-laki dewasa. Namun saat ditemukan, korban tidak membawa identitas sehingga hingga kini petugas masih berupaya mengidentifikasi identitas lengkapnya.

Sementara itu, dua korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kedua korban yang belum ditemukan tersebut diketahui masih anak-anak. Salah satunya berinisial SA yang berusia 10 tahun, sedangkan satu korban lainnya diperkirakan berusia sekitar enam tahun.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Tim Gabungan Intensif Cari Korban

Tim gabungan dari berbagai instansi kini terus melakukan upaya pencarian terhadap dua korban yang masih hilang. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hanyutnya para korban. Area pencarian meliputi aliran sungai, saluran drainase besar, hingga kawasan permukiman yang terdampak banjir.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat. Petugas menggunakan berbagai metode pencarian, termasuk penyisiran manual di sepanjang aliran air dan pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.

Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga kedua korban ditemukan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi arus deras di saluran air dan sungai yang masih berpotensi berbahaya setelah hujan lebat.

Baca Juga: Heboh! Hujan Deras Picu Longsor, Dua Rumah di Bontang Barat Rusak

Hujan Deras Rendam Sejumlah Wilayah Kota

Hujan Deras Rendam Sejumlah Wilayah Kota

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Bandar Lampung pada Jumat siang hingga sore hari. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir dan genangan air di berbagai titik wilayah kota, terutama di kawasan permukiman padat dan ruas jalan utama.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan, Nanang Buchori, menjelaskan bahwa hujan terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kapasitas drainase di beberapa wilayah tidak mampu menampung aliran air secara optimal.

Akibatnya, sejumlah kawasan permukiman dan jalan utama terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai selutut orang dewasa hingga setinggi knalpot sepeda motor.

Faktor Atmosfer dan Suhu Laut Picu Cuaca Ekstrem

Menurut Nanang Buchori, hujan lebat yang terjadi di Bandar Lampung dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor dinamika atmosfer dan kondisi laut. Salah satu faktor utama adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di wilayah Lampung sehingga meningkatkan suplai uap air di atmosfer.

Kondisi tersebut diperkuat oleh adanya pola konvergensi angin tepat di atas wilayah Lampung yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Selain itu, anomali suhu muka laut yang lebih hangat di perairan timur Lampung juga meningkatkan proses penguapan.

Pengamatan radar cuaca BMKG mencatat nilai reflektivitas awan mencapai 55 dBZ pada pukul 14.05 WIB, yang menunjukkan adanya awan hujan dengan intensitas sangat lebat. Suhu puncak awan tercatat hingga minus 68,3 derajat Celsius, menandakan pertumbuhan awan hujan yang sangat tinggi dan tebal, serta disertai aktivitas.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com