Pemerintah Kota Depok menyiapkan besar untuk mengatasi krisis sampah dengan membangun pabrik pengolahan berkapasitas 1.000 ton per hari di TPA Cipayung.
Proyek strategis ini digadang-gadang mampu mengurangi beban penumpukan sampah sekaligus menekan ketergantungan pada pengolahan regional. Dengan teknologi modern dan target operasional tahun depan, langkah ambisius ini menjadi harapan baru.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Pabrik Sampah Raksasa 1.000 Ton/Hari Hadir di Cipayung
Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok) resmi menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan sampah di TPA Cipayung. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari, menjadikannya salah satu proyek strategis daerah dalam sektor pengelolaan lingkungan.
Proyek tersebut diharapkan mampu menekan beban penumpukan sampah di TPA Cipayung yang selama ini menjadi titik utama pembuangan akhir. Selain itu, keberadaan pabrik ini juga diproyeksikan mengurangi ketergantungan Kota Depok terhadap TPPAS Nambo sebagai lokasi pengolahan dan pemrosesan akhir sampah regional.
Dengan teknologi pengolahan modern yang akan digunakan, Pemkot Depok menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pabrik ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemrosesan, tetapi juga menjadi simbol transformasi tata kelola sampah menuju konsep ekonomi sirkular di tingkat kota.
Tahap Finalisasi Kerja Sama dan PKS
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjelaskan bahwa proses kerja sama dengan calon mitra saat ini terus berjalan. Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT BSA telah ditandatangani, dan kini memasuki tahap penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar hukum pelaksanaan proyek.
Menurut Reni, penyusunan PKS dilakukan secara paralel dengan tahapan administrasi lainnya. Pemerintah Kota Depok juga melakukan konsultasi lintas kementerian guna memastikan seluruh aspek regulasi terpenuhi sebelum proyek memasuki tahap pembangunan fisik.
Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait substansi Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPKC). Selain itu, konsultasi juga dilakukan dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia guna mendapatkan penguatan teknis terkait penggunaan peralatan.
Baca Juga: DPR RI Turun Tangan! Lisda Hendrajoni Kunjungi Korban Bencana di Pesisir Selatan!
Perhitungan Skema Pembiayaan dan Tipping Fee
Dalam rangka memastikan proyek berjalan secara transparan dan akuntabel, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok tengah menyiapkan surat kepada DPRD untuk mendapatkan dukungan politik dan pengawasan. Keterlibatan legislatif dinilai penting agar proyek strategis ini memiliki legitimasi kuat.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga menggandeng kalangan akademisi untuk menghitung ulang skema pembiayaan. Universitas Indonesia dilibatkan untuk melakukan kajian mendalam terhadap besaran tipping fee yang ditawarkan oleh calon mitra kerja sama.
Kajian ini bertujuan memastikan nilai tipping fee berada pada angka yang wajar dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa nilai tersebut tidak terlalu tinggi sehingga membebani anggaran, namun juga tetap realistis agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menuju Groundbreaking dan Operasi Penuh
Reni menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun target waktu penyelesaian kerja sama. PKS ditargetkan rampung pada akhir Februari, sehingga proses peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri, sekitar awal Mei mendatang.
Bangunan pabrik direncanakan berbentuk hanggar, sehingga proses konstruksi diperkirakan relatif cepat. Dengan estimasi waktu pembangunan sekitar enam bulan, proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober apabila dimulai pada Mei.
Setelah pembangunan rampung, operasional penuh pabrik pengolahan sampah ditargetkan dimulai pada tahun depan. Tahun ini akan difokuskan pada tahap uji coba operasional guna memastikan seluruh sistem berjalan optimal. Pemerintah Kota Depok menegaskan bahwa proyek ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan perencanaan komprehensif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari beritakini.co.id