Banjir Kiriman Malaysia Rendam 8 Kecamatan di Nunukan, Kalimantan Utara

Malaysia Rendam 8 Kecamatan di Nunukan kalimantan Malaysia Rendam 8 Kecamatan di Nunukan kalimantan
Bagikan

Banjir kiriman dari wilayah Malaysia merendam delapan kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, luapan lungai lumbis mencapai lebih dari 10 meter.

Malaysia Rendam 8 Kecamatan di Nunukan kalimantan

Pemerintah daerah menetapkan status darurat dan melakukan evakuasi di sejumlah titik terdampak. Warga juga diimbau waspada terhadap potensi banjir susulan dan ancaman satwa liar yang muncul akibat meningkatnya debit air di wilayah perbatasan tersebut.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat

Delapan Kecamatan di Nunukan Terendam Banjir

Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sedikitnya delapan kecamatan dilaporkan terendam akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai yang dipicu kiriman air dari wilayah hulu di Malaysia. Peristiwa ini mulai terjadi sejak Selasa, 24 Februari 2026, dan terus menunjukkan perkembangan signifikan hingga akhir bulan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Asmar, mengonfirmasi bahwa banjir bergerak dari kawasan perbatasan menuju hilir. Air yang meluap dari wilayah hulu mengalir deras melintasi sejumlah kecamatan, menyebabkan permukiman warga, fasilitas umum, dan akses jalan terendam.

Dari total delapan kecamatan terdampak, lima di antaranya berada di wilayah Kabudaya, yakni Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis (Mansalong), Sembakung Atulai, dan Sembakung. Tiga kecamatan lainnya berada di wilayah Krayan. Kondisi ini membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan serta mempersiapkan langkah-langkah tanggap darurat.

Luapan Sungai Tembus 10 Meter

Ketinggian air di wilayah hulu dilaporkan sangat ekstrem. Di kawasan Sungai Lumbis, debit air meningkat tajam hingga melampaui 10 meter. Tercatat ketinggian air mencapai 10 meter 40 sentimeter, jauh di atas ambang normal dan menyebabkan luapan besar ke permukiman warga.

Air yang meluap dari Lumbis secara perlahan bergerak ke wilayah Sembakung. Saat ini, ketinggian air di Sembakung telah mencapai 4 meter 50 sentimeter, padahal kondisi normalnya berada di kisaran 3 meter. Peningkatan ini memicu kekhawatiran akan potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.

Fenomena banjir kali ini juga sempat membuat warga Mansalong kebingungan. Air tiba-tiba naik meski tidak terjadi hujan deras di wilayah tersebut. Menurut BPBD, hal ini terjadi karena banjir kiriman dari Malaysia, mengingat jalur hulu sungai terhubung langsung dengan wilayah negeri jiran tersebut.

Baca Juga: Heboh Di Maros! Atap Toko Roti Terbang Usai Puting Beliung, Rumah Dan Masjid Rusak

Status Darurat Disiapkan Pemerintah Daerah

Status Darurat Disiapkan Pemerintah Daerah

Menyikapi kondisi yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersiap menaikkan status kebencanaan. Berdasarkan hasil rapat bersama Sekretaris Daerah, wilayah Kabudaya yang meliputi Lumbis hingga Sembakung akan ditetapkan berstatus Tanggap Darurat Bencana.

Sementara itu, wilayah Krayan akan berada pada status Siaga Darurat. Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat koordinasi lintas instansi, distribusi bantuan, serta mempermudah pengerahan sumber daya dalam penanganan bencana.

Meski air sempat surut pada 26 Februari, hujan kembali mengguyur wilayah hulu sehingga menyebabkan genangan meningkat lagi. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi hingga akhir Februari atau awal Maret, sehingga kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.

Evakuasi di Bawah Ancaman Buas

BPBD Nunukan telah bergerak sejak hari pertama dengan mendirikan Posko Darurat bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait. Tim gabungan diterjunkan untuk melakukan pendataan, distribusi logistik, serta membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir, terutama di kawasan Mansalong.

Selain ancaman air bah, pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kemunculan satwa buas, khususnya buaya, yang kerap muncul saat banjir. Papan peringatan telah dipasang di sejumlah titik rawan guna mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar genangan air.

BPBD menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini. Warga diminta segera menyelamatkan diri dan mengikuti arahan petugas sebelum memikirkan harta benda. Dengan koordinasi yang intensif dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak banjir dapat diminimalkan serta kondisi segera kembali normal.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com