Banjir kiriman menerjang wilayah Leces, Kabupaten Probolinggo, saat warga bersiap berbuka puasa hujan deras lebih dari dua jam membuat sungai meluap.
Air setinggi satu meter datang tiba-tiba, membuat warga panik dan tak sempat menyelamatkan barang berharga. BPBD bersama relawan langsung turun tangan dengan mesin penyedot air untuk mempercepat penanganan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Puluhan Rumah di Tigasan Wetan Terendam Banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan Probolinggo Lumajang selama lebih dari dua jam memicu banjir di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Rabu malam (03/03/2025). Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.
Banjir kiriman tersebut merendam puluhan rumah di Dusun Krajan dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Genangan terjadi begitu cepat saat malam hari, sehingga banyak warga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan antisipasi.
Air yang meluap berasal dari aliran sungai di wilayah perbatasan Probolinggo dan Kabupaten Lumajang yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan ekstrem. Kondisi ini memperparah situasi karena air langsung masuk ke halaman dan rumah warga tanpa peringatan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Warga Kelabakan, Harta Benda Terendam
Air mulai memasuki permukiman menjelang waktu berbuka puasa. Situasi yang terjadi secara tiba-tiba membuat sejumlah warga panik dan bergegas menyelamatkan diri serta anggota keluarga mereka ke tempat yang lebih aman.
Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Perabot rumah tangga, peralatan elektronik, hingga sepeda motor dilaporkan terendam banjir. Kerugian material pun diperkirakan cukup besar akibat kejadian tersebut.
Beberapa warga bahkan nyaris terjebak di dalam rumah karena tidak menyadari air telah memenuhi halaman dan terus naik ke dalam bangunan. Ketinggian air yang mencapai paha orang dewasa membuat proses evakuasi mandiri menjadi cukup sulit.
Baca Juga: Jember Siaga! Hujan Deras Picu Banjir Dan Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi!
Kesaksian Warga Banjir Terjadi Untuk Keempat Kalinya
Agus Ahmad, salah satu korban terdampak, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan kejadian yang keempat di wilayahnya. Ia menyebut hujan deras dengan durasi lama menjadi penyebab utama sungai meluap.
Menurut Agus, derasnya aliran air tidak mampu tertampung oleh sungai yang diduga mengalami sedimentasi, terutama di bagian gorong-gorong. Akibatnya, aliran air tersendat dan meluap ke area permukiman warga.
Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai dan pembersihan saluran air. Tanpa penanganan menyeluruh, mereka khawatir banjir serupa akan terus berulang setiap musim hujan tiba.
BPBD Turunkan Tiga Mesin Penyedot, Lakukan Penanganan
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan menurunkan tiga unit mesin penyedot air ke lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses surutnya genangan di rumah-rumah warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI-Polri, perangkat desa, serta relawan setempat. Lokasi terparah berada di RT 1 dan RT 2 Dusun Krajan, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai satu meter.
Selain di Kecamatan Leces, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gending. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan jumlah rumah terdampak dan asesmen terhadap titik-titik penyumbatan aliran air, serta merencanakan kerja bakti bersama warga Desa Tigasan Wetan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari jatim-timur.tribunnews.com