Hujan deras menyebabkan banjir di sekitar Bandara Ngurah Rai, warga terjebak, aktivitas lumpuh, menimbulkan kerugian signifikan.
Hujan deras beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air di pemukiman sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas warga dan menimbulkan kerugian signifikan. Pemerintah setempat mengambil langkah darurat, namun solusi jangka panjang masih dalam perencanaan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Pemukiman Terdampak Dan Penyebab Banjir
Genangan air masih merendam pemukiman warga di Jalan Griya Mandala, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, hingga Kamis (26/2/2026). Wilayah ini, yang terletak di sisi utara bandara, memang merupakan daerah cekungan. Ketinggian air yang tidak kunjung surut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari berturut-turut.
Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Badung, Anak Agung Ngurah Bayu Kumara Putra, aliran air yang dulunya dapat mengalir ke drainase jalan arah bandara kini terhambat. Hal ini dikarenakan adanya peninggian jalan dan saluran milik Angkasa Pura. Akibatnya, air malah masuk dan menggenangi pemukiman warga, memperparah kondisi banjir.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Jalan Taman Sari, yang berlokasi di sebelah selatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Wilayah rendah ini mengalami masalah serupa dengan pembuangan air yang terhambat ke saluran drainase milik pihak bandara. Informasi dari warga setempat mengindikasikan bahwa saluran tersebut tidak dapat lagi digunakan.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Penanganan Darurat Dari Pemkab Badung
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah merespons cepat dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak. Petugas gabungan dari berbagai dinas berupaya keras untuk mengurangi debit air yang menggenangi pemukiman. Mereka menggunakan mesin pompa untuk menyedot air agar warga bisa kembali beraktivitas secara normal.
Penanganan darurat ini melibatkan mesin pompa dari Dinas Perkim dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan dampak banjir dan memungkinkan akses bagi warga. Meskipun sifatnya sementara, upaya penyedotan ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat.
Di Jalan Taman Sari, tim TRC bersama PUPR juga terus membantu proses penyedotan air di lokasi tersebut. Meskipun solusi jangka panjang masih menunggu usulan Musrenbang tahun 2027, penanganan darurat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu warga yang terdampak banjir.
Baca Juga: Bali Tergenang! Banjir Dahsyat Terjang 3 Wilayah, Puluhan Jiwa Terancam
Solusi Jangka Panjang Dan Tantangan
Untuk mengatasi masalah banjir secara permanen, Dinas Perkim Badung telah merancang kegiatan pembuatan saluran di kawasan pemukiman. Rencana ini sudah masuk dalam tahap Detail Engineering Design (DED) pada tahun ini. Harapannya, saluran baru ini dapat mengatasi permasalahan aliran air yang selama ini terhambat.
Namun, di Jalan Taman Sari, usulan untuk penanganan serupa baru masuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam kecepatan penanganan jangka panjang di setiap lokasi, meskipun masalahnya serupa. Koordinasi lintas sektor menjadi krusial.
Sementara itu, genangan air juga masih terjadi di Jalan Segara Madu, Kelan, Kelurahan Tuban, dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah mengerahkan sejumlah truk penyedot untuk mempercepat surutnya genangan. Penanganan komprehensif diperlukan untuk seluruh wilayah terdampak.
Dampak Pada Aktivitas Warga Dan Lingkungan
Banjir yang tak kunjung surut ini telah melumpuhkan aktivitas puluhan warga di ketiga lokasi terdampak. Mobilitas warga menjadi sangat terbatas, mengganggu kegiatan sehari-hari seperti bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi lainnya. Kerugian material dan non-material akibat genangan air ini sangat signifikan bagi masyarakat.
Selain dampak langsung pada warga, genangan air yang berlangsung lama juga dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Potensi penyebaran penyakit akibat air kotor dan lingkungan yang lembab meningkat. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan efektif sangat diperlukan.
Diharapkan solusi jangka panjang yang sedang dirancang dapat segera terealisasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, Angkasa Pura, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan sistem drainase yang lebih baik dan berkelanjutan di kawasan ini.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari balipost.com