Tragedi banjir bandang melanda Desa Banjar, Buleleng, Bali, menewaskan empat orang, termasuk warga yang berusaha menyelamatkan mobilnya.
Satu anak masih hilang dan pencarian terus dilakukan tim SAR. Hujan deras memicu arus deras yang merusak puluhan rumah, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Warga dan petugas bahu-membahu dalam upaya evakuasi dan pencarian.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Tragedi Banjir Bandang Banjar Buleleng, Empat Warga Tewas
Banjir bandang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (6/3/2026) sore. Peristiwa ini menelan empat korban jiwa, sementara satu korban masih dinyatakan hilang. Korban yang tewas adalah Ketut Adi Suarjana (55), Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12). Sementara korban yang belum ditemukan adalah Putu Win.
Hujan deras sejak pukul 18.15 Wita memicu luapan air Sungai Mendaum yang tiba-tiba membesar. Arus deras menyeret empat warga yang berada di sekitar sungai, menyebabkan kondisi yang sangat berbahaya bagi warga yang mencoba menyelamatkan diri atau harta bendanya.
Kepala Dusun Santal, Ketut Sudiadika, menjelaskan bahwa awalnya kondisi air relatif tenang. Namun, situasi berubah cepat, sehingga warga yang mencoba menyelamatkan kendaraan dan rumah tidak sempat menghindar. “Dalam hitungan menit, banjir membesar dan menghanyutkan korban beserta mobilnya,” ujarnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Detik-Detik Banjir dan Upaya Penyelamatan
Korban pertama, Ketut Adi Suarjana, terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobil pribadinya. Ia sempat berpegangan pada pohon kopi, namun derasnya arus yang membawa batang kayu besar menghantam tubuhnya hingga terseret. Warga yang melihat kejadian sempat berusaha menolong, tetapi arus terlalu kuat untuk didekati.
Setelah air mulai surut sekitar pukul 23.00 Wita, warga melakukan pencarian menyusuri Pangkung Santal. Jasad Adi ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal, tersangkut di semak bambu dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Nyoman Putra Arjaya, warga yang menemukan korban, mengungkapkan, “Kepala korban terlihat duluan, tubuhnya tertutup lumpur dan sampah.”
Selain itu, keluarga Komang Suci juga menjadi korban. Ibu dan dua anaknya terseret arus ketika banjir menghantam rumah mereka. Putu Wini sempat merekam luapan air menggunakan ponselnya sebelum arus deras datang dan menghancurkan dinding rumah, menyeret ketiganya.
Baca Juga: Evakuasi Dramatis! Polda Banten Selamatkan Balita Dari Banjir Cilegon
Dampak Kerusakan dan Penanganan Korban
Banjir bandang tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak puluhan rumah warga. Pemerintah desa masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah yang terdampak dan kerugian material. Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa, menyatakan, “Sementara ada puluhan rumah rusak, jumlah pastinya masih kami data.”
Tim SAR gabungan segera diterjunkan untuk mengevakuasi korban dan memastikan keselamatan warga. Komang Suci ditemukan pada hari kedua pencarian di antara tumpukan puing dan sampah. Jenazahnya dievakuasi ke RSUD Buleleng pukul 14.18 Wita, sementara anak kedua, Kadek Wahyu, ditemukan mengapung di laut pada hari ketiga pencarian.
Proses pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan membagi tim ke berbagai titik, menggunakan rubber boat dan menyisir perairan dari Pantai Banjar ke arah barat. Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menekankan pentingnya keselamatan tim selama operasi penyisiran.
Pelajaran dan Waspada Banjir Bandang
Peristiwa banjir bandang ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama saat hujan deras. Luapan sungai yang tiba-tiba membesar bisa terjadi dalam hitungan menit, sehingga kesiapsiagaan warga sangat penting.
Warga diimbau untuk memantau kondisi sungai dan melakukan evakuasi lebih awal jika air mulai naik. Pemerintah desa juga diharapkan memperkuat sistem peringatan dini serta menyediakan jalur evakuasi yang aman bagi warga.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detik.com
- Gambar kedua dari koranbuleleng.com