BPBD Beberkan! 6.650 Rumah di 11 Kecamatan Pasuruan Terdampak Banjir

Rumah di 11 Kecamatan Pasuruan Terdampak Banjir Rumah di 11 Kecamatan Pasuruan Terdampak Banjir
Bagikan

BPBD Kabupaten Pasuruan mengungkap dampak banjir besar yang melanda 11 kecamatan, merendam sedikitnya 6.650 rumah warga.

Rumah di 11 Kecamatan Pasuruan Terdampak Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu luapan air hingga mencapai lebih dari satu meter di sejumlah wilayah. Tim tanggap darurat bergerak cepat melakukan evakuasi, menyalurkan bantuan, serta mendirikan dapur umum bagi warga terdampak.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Banjir Kepung Pasuruan, Ribuan Rumah Tergenang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat sedikitnya 6.650 rumah terdampak banjir yang melanda 11 kecamatan. Banjir ini terjadi dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai lebih dari 1,5 meter. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Peristiwa banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Pasuruan sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Curah hujan yang merata dan berlangsung cukup lama menyebabkan sejumlah sungai meluap dan tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan serta penanganan di berbagai lokasi terdampak. Tim BPBD juga telah dikerahkan untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan segera.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kecamatan Beji Menjadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Beji, di mana terdapat enam desa yang terendam banjir. Desa-desa tersebut meliputi Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Kondisi ini membuat banyak warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di Desa Beji, khususnya Dusun Pasinan, ketinggian air mencapai sekitar 120 centimeter. Sedikitnya 72 rumah terendam banjir di wilayah tersebut, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi atau bertahan di rumah dengan kondisi terbatas.

Situasi ini menjadi perhatian utama BPBD karena tingginya genangan air dan jumlah warga terdampak yang cukup besar. Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi warga rentan serta distribusi bantuan darurat.

Baca Juga: Wow! Bantuan Rp700 Miliar Untuk Korban Bencana Sumatera Sudah Cair, Ini Penjelasan Mensos!

Sebaran Banjir di Sejumlah Kecamatan Lain

Sebaran Banjir di Sejumlah Kecamatan Lain

Selain Kecamatan Beji, banjir juga melanda beberapa kecamatan lain seperti Rejoso, Bangil, dan Winongan. Di Kecamatan Rejoso, banjir terjadi di Desa Jarangan dan Toyaning dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 centimeter.

Di Kecamatan Bangil, genangan air melanda lima kelurahan dan tiga desa, yaitu Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan, dan Masangan. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 20 hingga 60 centimeter, menyebabkan sejumlah akses jalan terganggu.

Sementara itu, Kecamatan Winongan turut terdampak dengan delapan desa yang terendam. Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan mengalami genangan air hingga 80 centimeter di beberapa titik.

Gerak Cepat Bantu Warga

BPBD bersama relawan telah bergerak cepat melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, dapur umum juga telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi para pengungsi dan warga terdampak banjir.

Distribusi bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya terus dilakukan di berbagai titik. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Selain itu, BPBD juga telah mengaktifkan tiga shelter bencana dan melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur. Fokus pendataan saat ini berada di Kecamatan Bangil, Winongan, dan Rejoso guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari jatim.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari jatim.antaranews.com