Darurat! Tanggul Jebol Belum Juga Selesai, 3 Desa Terus Dihantui Banjir!

tiga desa Mojokerto terus dihantui banjir akibat tanggul jebol tiga desa Mojokerto terus dihantui banjir akibat tanggul jebol
Bagikan

Situasi darurat melanda Mojokerto, tiga desa terus dihantui banjir akibat tanggul jebol yang belum diperbaiki sepenuhnya.

tiga desa Mojokerto terus dihantui banjir akibat tanggul jebol

Warga tiga desa di Kabupaten Mojokerto hidup dalam ketakutan karena tanggul Sungai Sadar yang jebol belum diperbaiki tuntas. Di tengah curah hujan tinggi, Desa Jumeneng, Jotangan, dan Tinggar Buntut terus dihantui banjir susulan, setelah sebelumnya beberapa kali terendam sejak malam takbir Lebaran 2026.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Banjir Susulan Menerpa 3 Desa

Sejak malam takbir, warga Desa Jumeneng, Desa Jotangan, dan Desa Tinggar Buntut dihantam banjir minimal tiga kali. Di Desa Tinggar Buntut, banjir merendam sekitar 210 rumah di Dusun Tinggar dan 120 rumah di Dusun Buntut. Desa Jotangan juga mengalami banjir, termasuk di Dusun Gembongan, yang sempat menggenangi 65 rumah warga.

Banjir datang dan surut berkali‑kali, sehingga warga tidak sempat benar‑benar pulih. Genangan air kerap naik lagi di malam hari, membuat keselamatan dan kenyamanan warga terus terancam. Kondisi ini memperberat trauma psikologis, terutama bagi anak‑anak dan lansia yang sudah beberapa kali harus mengungsi.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, membenarkan banjir susulan itu terjadi karena titik tanggul jebol di Sungai Sadar belum selesai diperbaiki. Sampai Rabu (25/3/2026), genangan sempat surut, namun kemungkinan ada kenaikan air lagi jika perbaikan tertunda. Warga pun hidup dalam ketegangan, tak tahu kapan air benar‑benar berhenti datang.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Penyebab tTanggul Jebol Dan Proses Perbaikan

Tanggul jebol di Sungai Sadar terjadi karena kombinasi hujan lebat dan tekanan aliran sungai yang kuat. Di beberapa titik, tanggul itu jebol cukup jauh dari jalan kampung, sehingga perlu koordinasi dan alat berat untuk menambalnya. Namun, perbaikan belum rampung karena keterbatasan tenaga, alat, dan waktu, terutama saat intensitas hujan masih tinggi.

Warga setempat, Rahmat Ariyanto dari Dusun Kuripan, Desa Jumeneng, mengatakan perbaikan dilakukan secara bertahap dengan bantuan dua ekskavator. Tanah diangkut dari jalan kampung ke titik tanggul yang jebol dalam karung, lalu ditutup kembali. Namun proses ini tidak secepat kebutuhan, terutama ketika hujan turun lagi dan aliran air meningkat.

Di sisi lain, pihak BPBD telah menuntaskan pembersihan sampah di Dam Tinggar Buntut, yang sempat menyebabkan penyumbatan aliran air. Pembersihan itu membantu banjir lebih cepat surut, namun titik jebol di tanggul Sungai Sadar tetap menjadi masalah pokok. Selama tanggul belum ditinggikan dan diperkuat, ancaman banjir di tiga desa ini tidak akan hilang sepenuhnya.

Baca Juga: Api Mengamuk! Kebakaran Mendadak di Kelapa Gading, Dua Karyawati Laundry Jadi Korban

Dampak Sosial Dan Ekonomi Bagi Warga

 Dampak Sosial Dan Ekonomi Bagi Warga

Banjir berulang berdampak besar pada kehidupan harian warga, terutama di rumah, sawah, dan tempat usaha. Pulauan rumah sempat digenangi air, barang berharga rusak, dan kebutuhan pokok terganggu karena akses terhambat. Warga harus bolak‑balik mengevakuasi perabot, kasur, dan peralatan masak, sehingga daya tahan fisik dan mental mereka tertekan.

Bagi petani, banjir menggenangi sawah dan lahan, mengganggu proses tanam serta panen. Di sekitar Desa Tinggar Buntut, ratusan hektare sawah pernah terendam, memperparah potensi kerugian ekonomi. Kombinasi rusaknya rumah dan lahan membuat warga kesulitan bangkit dan fokus pada pekerjaan setiap hari.

BPBD Kabupaten Mojokerto telah mendistribusikan bantuan makanan tambahan, lauk pauk, dan makanan siap saji untuk warga terdampak di Desa Jumeneng dan Tinggar Buntut. Namun bantuan sementara ini tidak mengganti hilangnya barang dan hasil panen. Warga meminta perbaikan tanggul segera selesai agar aktivitas mereka bisa berjalan normal tanpa ancaman banjir tiap malam.

Upaya Penanganan Dan Harapan ke Depan

Pemerintah daerah dan BPBD terus mengupayakan percepatan perbaikan tanggul Sungai Sadar, dengan melibatkan dinas terkait dan alat berat. Prioritas adalah menyelesaikan titik jebol utama agar aliran sungai kembali terkendali. Di sisi lain, pemantapan dam dan saluran di sekitar juga diperkuat, guna mencegah banjir lanjutan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Mojokerto, Abdul Khakim, menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan secara bertahap, tetapi dengan komitmen meminimalkan korban. Warga diharapkan tetap waspada, terutama saat hujan deras, dan siap mengungsi jika diperlukan. Kepala BPBD juga mengimbau koordinasi antar‑desa agar informasi banjir cepat tersampaikan.

Ke depan, warga berharap pemerintah membangun tanggul lebih kuat dan mengelola aliran sungai secara berkelanjutan. Mereka menilai penanganan sementara seperti karung tanah tidak cukup menghadapi hujan deras dan tekanan air. Dengan perbaikan permanen, tiga desa di Mojokerto diharapkan terbebas dari banjir.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari radarmojokerto.jawapos.com