Desa Sekumur di Aceh Tamiang Hilang Disapu Banjir, Hanya Tersisa Masjid

Desa Sekumur di Aceh Tamiang Hilang Disapu Banjir, Hanya Tersisa Masjid
Bagikan

​​Desa Sekumur di Aceh Tamiang kini telah lenyap akibat diterjang banjir bandang, dengan hanya menyisakan sebuah masjid yang masih berdiri kokoh​. ​

Desa Sekumur di Aceh Tamiang Hilang Disapu Banjir, Hanya Tersisa Masjid

Musibah ini mengakibatkan ratusan rumah warga hilang dan ribuan jiwa mengungsi, menghadapi kondisi yang memprihatinkan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.

Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat

Lenyapnya Desa Sekumur Akibat Banjir Bandang

​Desa Sekumur yang terletak di Kecamatan Sekarak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dilaporkan telah hilang disapu banjir bandang pekan lalu. ​Dalam sekejap, desa ini lenyap, dengan rumah-rumah warga hilang terbawa arus banjir yang diperkirakan mencapai ketinggian 7 hingga 10 meter. ​

Dari 280 rumah yang ada di Desa Sekumur, tidak ada bangunan lain yang terlihat di sekitar masjid selain tumpukan kayu beragam ukuran. ​Bencana banjir ini terjadi pada Kamis (27/11) lalu.

Masjid Sebagai Saksi Bisu

Pada saat air bah merendam Desa Sekumur di Aceh Tamiang, seluruh rumah warga dan bangunan lain hanyut terbawa arus deras. Tinggi air dilaporkan mencapai 7–10 meter, cukup untuk meratakan pemukiman warga sekitar 280 rumah dengan lebih dari seribu jiwa dalam sekejap.

Di antara kehancuran total itu, hanya sebuah masjid yang tetap berdiri, menjadi satu-satunya struktur yang selamat. Keberadaan masjid itu kini berdiri sebagai saksi bisu dari tragedi yang menimpa kampung. Di sekelilingnya hanya tersisa puing, kayu dan lumpur bukti bahwa seluruh komunitas telah lenyap bersama rumah.

Masjid yang berdiri itu bukan lagi sekadar tempat ibadah. Tetapi menjadi lambang kehilangan, duka, dan kerusakan sebuah penanda visual yang mengingatkan bahwa di balik bencana ini ada banyak kehidupan dan sejarah kampung yang musnah.

Baca Juga: Demi Sepiring Makan, Warga Terisolasi Akibat Banjir Menembus Kubangan Lumpur Agar Bertahan Hidup

Kondisi Korban dan Kebutuhan Mendesak

Kondisi Korban dan Kebutuhan Mendesak

Para penyintas dari Desa Sekumur di Aceh Tamiang saat ini masih berada di lokasi pengungsian setelah seluruh rumah mereka hilang tersapu banjir bandang. Lebih dari 280 kepala keluarga sekitar 1.200 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tidak memiliki satupun harta benda yang tersisa.

Banyak warga terpaksa tinggal di tenda darurat dengan kondisi memprihatinkan. Karena akses menuju desa rusak berat dan sulit dijangkau. Beberapa laporan menyebutkan bahwa para korban mulai mengalami gangguan kesehatan akibat kurangnya sanitasi.

Termasuk diare dan demam pada anak-anak, sementara fasilitas medis tersedia sangat terbatas. Situasi semakin berat karena banyak warga tidak memiliki pakaian layak dan kelelahan secara fisik maupun psikologis akibat kehilangan kampung mereka.

Di tengah keterbatasan itu, kebutuhan mendesak para penyintas meliputi makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, popok bayi, pakaian. Serta tempat tinggal darurat yang lebih layak.

Bantuan logistik dilaporkan masih belum mencukupi karena akses ke wilayah terdampak terputus dan jalur transportasi tertutup material banjir. Pemerintah daerah dan relawan kemanusiaan telah berupaya membawa bantuan. Tetapi distribusi masih terkendala kondisi medan dan banyaknya titik pengungsian.

Para tokoh masyarakat dan pihak berwenang menyerukan percepatan penanganan serta pendampingan jangka panjang. Termasuk pembangunan hunian sementara, layanan kesehatan, dan pemulihan trauma, agar para korban tidak semakin jatuh dalam krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Dampak Luas di Aceh Tamiang

Sejak banjir bandang dan longsor terjadi, Aceh Tamiang menghadapi dampak yang sangat luas tidak hanya terbatas pada satu desa, tetapi menyentuh puluhan ribu jiwa. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 310.000 jiwa dilaporkan terdampak, tersebar di banyak kecamatan. Termasuk yang terisolasi akibat rusaknya akses jalan dan infrastruktur.

Sebanyak 53.835 rumah tangga dilaporkan terpaksa mengungsi, dengan ribuan rumah rusak berat atau hilang. Sedangkan jalan nasional serta jembatan penghubung banyak yang terendam atau rusak.

Akibat desa sekumur hilang disapu banjir kerusakan infrastruktur dan terputusnya akses transportasi, distribusi bantuan logistik makanan, air bersih, obat, dan kebutuhan dasar sangat terganggu. Banyak wilayah pedalaman maupun perbukitan masih terisolasi dan bahkan belum tersentuh bantuan. Sehingga korban terus menghadapi krisis kemanusiaan yang meluas.

Pemerintah dan tim penanggulangan bencana terpaksa mengirimkan bantuan melalui sungai dan airdrop untuk mencapai desa-desa yang terbengkalai, menunjukkan betapa parahnya kondisi di Aceh Tamiang saat ini.

Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.bbc.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com