Hujan deras mengguyur Jember, memicu banjir dan longsor, sehingga puluhan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Jember kembali dilanda bencana hidrometeorologi setelah hujan deras yang berlangsung berjam-jam menyebabkan banjir dan tanah longsor. Puluhan kepala keluarga terdampak, dengan sisa lumpur masih terlihat di permukiman warga. Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam akan kondisi lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Banjir Dan Longsor Melanda Jember
Sisa lumpur masih menempel di halaman rumah warga Kecamatan Rambipuji dan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Selasa (3/3/2026). Ini adalah dampak sehari setelah banjir merendam permukiman akibat luapan empat sungai. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin, 2 Maret 2026, menjadi pemicu utama bencana ini, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kerugian materi.
Sedikitnya 132 kepala keluarga atau 453 jiwa terdampak langsung oleh peristiwa banjir ini. Data ini menunjukkan skala dampak yang cukup luas terhadap masyarakat. BPBD Jember segera bergerak untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan awal kepada para korban, memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Menurut Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi mulai pukul 13.30 WIB hingga 20.30 WIB. Durasi hujan yang panjang inilah yang menyebabkan debit Sungai Dinoyo, Kaliputih, Badean, dan Kalijompo meningkat signifikan, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Ketinggian Air Dan Dampak Kerusakan
Sekitar pukul 18.30 WIB, debit air sungai mulai meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 40 hingga 70 sentimeter. Air yang meluap berwarna coklat dan berlumpur, menandakan adanya material tanah yang terbawa arus deras. Kondisi ini memperparah kerusakan dan menyulitkan proses pembersihan pasca-banjir.
Banjir tersebut berdampak di tiga desa di Kecamatan Rambipuji dan di dua kelurahan di Kecamatan Kaliwates. Di Desa Suci Kecamatan Panti, longsor terjadi dan menutup akses jalan menuju area perkebunan warga. Ini menambah daftar masalah yang harus dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah setempat.
Di Kecamatan Rambipuji, dampak paling luas terjadi di Desa Rambipuji dan Desa Gugut. Di Desa Gugut, 45 kepala keluarga (KK) atau 170 jiwa terdampak, bahkan satu rumah mengalami rusak ringan akibat tembok dapur roboh. Selain rumah warga, dua fasilitas umum, Musholla dan sekolah PAUD, juga ikut terendam, mengganggu kegiatan keagamaan dan pendidikan.
Baca Juga: Tragedi di Sungai Senewo, 1 Tewas dan 4 Hilang Tersapu Lahar Gunung Merapi
Penanganan Dan Evakuasi Warga Terdampak
BPBD Jember mencatat adanya kelompok rentan yang ikut terdampak bencana ini, meliputi 20 balita, 22 lansia, dan satu ibu hamil. Mereka merupakan prioritas dalam upaya evakuasi dan penanganan. Kebutuhan khusus dari kelompok ini menjadi perhatian utama tim penanggulangan bencana di lapangan.
Sebanyak 111 warga sempat mengungsi di tiga titik di Desa Rambipuji untuk menghindari dampak banjir yang lebih parah. Pengungsian dilakukan sebagai langkah antisipatif demi keselamatan warga. Edy Budi Susilo memastikan bahwa seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah air berangsur surut dan kondisi lokasi terdampak dinyatakan aman serta kondusif.
Saat ini, warga secara mandiri mulai membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur. BPBD juga turut membantu warga dalam upaya pembersihan ini. Pendistribusian bantuan logistik berupa sembako, lauk pauk kaleng, makanan siap saji, tambahan gizi, matras, selimut, serta perlengkapan dapur dan kebersihan juga telah dilakukan untuk meringankan beban korban.
Prioritas Penanganan Dan Pemantauan Lanjutan
BPBD Jember kini memprioritaskan penanganan lanjutan di Desa Gugut. Meskipun air sudah surut, sebagian halaman rumah warga di desa tersebut masih tertutup lumpur. Lumpur sisa banjir ini perlu segera dibersihkan untuk mencegah masalah kesehatan dan memudahkan pemulihan aktivitas warga.
Untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih pasca-banjir, BPBD akan mendistribusikan tandon air. Kebutuhan akan air bersih sangat krusial bagi warga terdampak untuk kegiatan sehari-hari. Selain itu, BPBD juga akan terus melakukan pemantauan pascabencana untuk mengantisipasi potensi masalah lanjutan dan memastikan pemulihan berjalan lancar.
Komitmen untuk memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang juga menjadi bagian dari upaya penyebaran informasi terkait bencana ini. Dukungan terhadap jurnalisme yang berkualitas sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat membantu dalam upaya penanganan dan pencegahan bencana di masa mendatang.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari asatunews.co.id