Kisah Emak-Emak Mataram yang Terpaksa Tinggalkan Beras SPHP

Kisah Emak-Emak Mataram yang Terpaksa Tinggalkan Beras SPHP
Bagikan

Beberapa bulan belakangan, masyarakat Mataram mulai resah terhadap mutu beras yang dijual melalui program SPHP.

Kisah Emak-Emak Mataram yang Terpaksa Tinggalkan Beras SPHP

Ibu‑ibu seperti Ani mengaku membeli beras tersebut di pasar tradisional sekitar rumah, dengan harga sekitar Rp 58 ribu untuk kantong 5 kilogram.

Namun setelah nasi dimasak, teksturnya berubah tidak terasa pulen seperti dulu, dan cepat keras berbeda dengan beras yang biasa mereka konsumsi.

Keluhan serupa datang dari Fitri Ayu, yang menuturkan bahwa beras SPHP saat ini “tidak seenak biasanya.” Setelah dimasak, dan bahkan ketika nasi sudah dingin, teksturnya cepat mengeras. Hal ini membuat banyak ibu‑ibu merasa gagal memenuhi ekspektasi anak‑anak mereka terhadap nasi yang empuk dan lezat.

Protes Anak Pilihan Beras Lain

Alasan utama banyak ibu di Mataram berhenti memakai beras SPHP bukan hanya karena harga atau ketersedian melainkan karena protes dari anak‑anak mereka.

Anak‑anak yang biasa menikmati nasi pulen dan empuk mengeluh saat nasi terasa keras dan tidak nyaman di mulut. Akibat itu, ibu‑ibu merasa tertekan dan akhirnya memilih beras lokal atau alternatif lain. Ani mengaku “mau nggak mau” harus ganti, agar masakan bisa diterima anak-anak.

Untuk mengakali nasi yang cepat keras, beberapa orang mencoba menambah takaran air saat memasak. Namun trik ini dianggap kurang efektif nasi tetap saja tidak sesuai selera.

Koordinasi di Tengah Kritik

Menanggapi keluhan warga, pihak berwenang di Mataram melalui Dinas Perdagangan Kota Mataram menyatakan akan segera langsung berkoordinasi dengan Bulog NTB terkait laporan penurunan kualitas beras SPHP. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mengakui aspirasi masyarakat dan berupaya mencari solusi.

Sementara itu, distribusi SPHP sendiri masih terus berjalan dalam periode Juli hingga Desember 2025, Bulog NTB menargetkan menyalurkan sekitar 23.607 ton beras SPHP ke masyarakat.

Namun, distribusi dan target angka belaka tidak cukup jika kualitas rasa dan mutu beras tidak sesuai harapan masyarakat seperti yang dikritik para ibu‑ibu di Mataram.

Baca Juga: Stiker Keluarga Miskin Dampak Sosial Dan Kejujuran Penerima Bansos

Dampak di Kalangan Konsumen

Dampak di Kalangan Konsumen

Keluhan soal kualitas beras SPHP tidak hanya datang dari rumah tangga, tetapi juga para pedagang nasi. Salah satu pedagang, Indah, mengaku bahwa setelah memasak nasi malam hari dengan SPHP, hasilnya keras dan tidak sesuai standar.

Karena rasa dan tekstur berbeda, ia memilih membeli jenis beras lain supaya pelanggan tidak kecewa. Bagi pedagang, menggunakan SPHP yang buruk kualitasnya berarti risiko kehilangan pelanggan.

Dengan demikian, ketidakpuasan terhadap SPHP berimbas pada dua sisi konsumen rumahan (ibu‑ibu dan anak‑anak) serta pelaku usaha makanan. Ini mempengaruhi permintaan beras SPHP, dan banyak orang mulai beralih ke beras lokal atau jenis lain meskipun beras SPHP dimaksudkan untuk membantu stabilisasi harga.

Pesan Untuk Kebijakan Pangan

Kisah ibu‑ibu di Mataram yang enggan memasak beras SPHP karena diprotes anak menyoroti bagaimana program stabilisasi harga dan pasokan bisa gagal jika kualitas produk tidak sesuai ekspektasi sehari‑hari.

Bagi banyak keluarga, nasi bukan sekadar makanan pokok tetapi bagian dari rutinitas, kenyamanan, dan harapan anak terhadap makanan yang layak.

Peralihan ke beras lokal atau alternatif lain meskipun SPHP tersedia menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap program bisa luntur bila mutu produk diabaikan.

Ini menjadi cerminan penting bagi penyusunan kebijakan pangan stabilitas harga dan pasokan harus dibarengi mutu dan penerimaan konsumen.

Keluhan seperti ini juga memperingatkan bahwa distribusi besar tanpa kontrol kualitas ketat apalagi di pasar tradisional bisa memunculkan ketidakpuasan luas.

Pemerintah dan regulator perlu memastikan bahwa beras SPHP yang disalurkan tidak hanya murah dan tersedia. Tetapi juga memenuhi standar rasa dan tekstur seperti yang diharapkan konsumen.

Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami berikan setiap hari tentunya terupdate dan terpercaya hanya di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com