Hujan deras memicu longsor yang menghancurkan dapur warga hingga tak tersisa, menyisakan kesedihan dan kerugian besar bagi korban.
Hujan deras di Desa Lebih, Gianyar, Bali, berubah menjadi bencana ketika tanah longsor menghantam bagian dapur rumah warga. Dapur milik I Ketut Nanda Putra di Banjar Lebih Duur Kaja hancur nyaris separuh akibat tekanan tanah dan air hujan. Peristiwa ini membuat keluarga trauma dan menghadapi kerugian material yang cukup besar.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Hujan Deras, Dapur Tiba‑Tiba Runtuh
Longsor terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, saat hujan masih lebat. Nanda Putra dan keluarga kaget mendengar suara gemuruh, lalu melihat bagian barat dapur sudah jebol dan tertutup tanah. Dinding dan lantai pecah, sedangkan perabot dapur sebagian tertimpa material longsor.
Ni Kadek Dewi Darmanti yang sempat berada di dapur ikut terguncang saat melihat tanah mengalir dan menabrak tembok. Material tanah dan batu menumpuk di dalam dapur, membuat area tersebut tidak bisa digunakan. Warga sekitar berdatangan untuk membantu mengamankan barang, namun kerusakan sudah terlanjur parah.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kerugian Dan Kekhawatiran Warga
Kerugian materi akibat longsor dapur ini diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta. Pemilik rumah harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki struktur dan mengganti perabot yang rusak. Kondisi tersebut membuat beban ekonomi keluarga bertambah di tengah musim hujan yang masih berlangsung.
Secara psikologis, pengalaman ini meninggalkan rasa takut tinggal di rumah saat hujan deras. Warga menjadi lebih waspada terhadap perubahan tanah di sekitar rumah. Mereka khawatir longsor bisa terulang, terutama di area tebing yang dekat dengan bangunan.
Warga dan tetangga saling bahu‑membahu membersihkan sisa tanah dan puing di sekitar rumah. Mereka melaporkan kejadian ke pihak desa dan meminta bantuan perbaikan struktur. Dukungan komunitas menjadi bekal penting agar keluarga korban bisa bangkit kembali.
Baca Juga: Pemerintah Gerak Cepat! Sembako Tiba di Sumatra Utara Malam Takbiran
Tanggap Darurat Dan Penanganan
Setelah kejadian, perangkat desa dan aparat segera cek kondisi rumah dan lokasi tanah longsor. Area tebing dan sekitar dapur dipasang garis aman agar tidak terjadi korban tambahan saat hujan masih turun. Pihak desa juga mengajukan laporan kepada instansi kabupaten untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak kecamatan dan instansi terkait melakukan survei untuk menilai kerusakan dan potensi longsor susulan. Mereka menjelaskan tanah labil karena hujan intensif bertubi‑tubi beberapa hari sebelum longsor, sehingga tekanan air merusak tebing. Rencana penguatan tebing, seperti pembuatan talud atau penanaman rumput penahan erosi, mulai diusulkan.
Bantuan bahan pokok, terpal, dan dukungan dana perbaikan rumah diupayakan melalui gotong royong warga dan desa. Proposal bantuan juga diajukan ke pemerintah daerah agar perbaikan rumah bisa segera dilakukan. Pihak desa berharap keluarga korban tidak lagi tinggal dalam ketakutan dan rumah menjadi lebih aman.
Imbauan Pencegahan ke Depan
Pihak desa mengimbau warga untuk lebih berhati‑hati terhadap kondisi tanah di sekitar rumah. Mereka menyarankan agar tebing curam dan lereng yang labil dipasang penahan, seperti talud, dan ditanami tanaman penahan erosi. Laporan retakan tanah atau bergesernya tanah juga diminta segera dilaporkan.
Warga diminta tidak membangun rumah atau dapur terlalu dekat dengan tebing atau pinggiran sungai. Sistem drainase dan talang air di rumah harus dijaga agar tidak tersumbat, karena limpahan air bisa mempercepat longsor. Perencanaan bangunan yang lebih aman diharapkan bisa mengurangi risiko kerusakan serupa di masa depan.
Insiden dapur warga di Desa Lebih menjadi pengingat bagi masyarakat Bali bahwa bencana bisa datang tiba‑tiba di tengah keseharian. Mereka diharapkan lebih aktif meminta pendampingan dari pemerintah dan ahli saat menghadapi area tanah rawan. Dengan kesadaran bersama, rumah‑rumah di masa depan diharapkan lebih tahan terhadap hujan deras dan cuaca ekstrem lainnya.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari balipuspanews.com
- Gambar Kedua dari radarbali.jawapos.com