Warga Ciracas harus merayakan Lebaran dalam kondisi tak biasa setelah banjir merendam permukiman mereka luapan Kali Cipinang.
Membuat aktivitas terganggu dan tradisi silaturahmi tertunda. Di tengah genangan, warga tetap bertahan, membersihkan rumah, dan berusaha tegar menjalani hari raya. Kisah haru ini menggambarkan ujian di momen kemenangan yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Lebaran Ternoda Banjir di Ciracas
Warga Ciracas, Jakarta Timur, terpaksa merayakan Hari Raya Idulfitri 2026 dalam suasana yang jauh dari kata biasa. Alih-alih menikmati momen kebersamaan dan kebahagiaan, banjir justru datang dan menggenangi rumah-rumah mereka sejak hari pertama Lebaran. Kondisi ini membuat banyak warga harus bertahan di tengah genangan air.
Sedikitnya sembilan rukun warga (RW) di wilayah Kecamatan Ciracas terdampak banjir yang cukup parah. Air meluap dari Kali Cipinang dan merendam permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga merusak barang-barang di dalam rumah.
Situasi tersebut membuat suasana Lebaran yang biasanya penuh suka cita berubah menjadi keprihatinan. Banyak warga hanya bisa berdiam diri di rumah sambil menunggu air surut, tanpa bisa menjalankan tradisi tahunan seperti biasanya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hujan Deras dan Air Kiriman Jadi Penyebab
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB pada Sabtu (21/3/2026), yang menyebabkan volume air meningkat secara signifikan.
Selain curah hujan lokal, banjir juga diperparah oleh air kiriman dari wilayah hulu di kawasan Cimanggis, Depok. Debit air yang tinggi membuat Kali Cipinang tidak mampu menampung aliran air, sehingga meluap ke permukiman warga di sekitarnya.
Air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan air di wilayah tersebut dapat surut dalam waktu dua jam. Namun, pada kejadian kali ini, air bertahan lebih lama dari biasanya, bahkan hingga lewat pukul 22.00 WIB masih belum surut sepenuhnya.
Baca Juga: KRISIS! Tanggul Munjul Jebol, Tiga Titik Pengungsian Dipenuhi Warga!
Banjir Bertahan Lebih Lama dari Biasanya
Menurut Panangaran, lamanya genangan air kali ini disebabkan oleh kombinasi tingginya debit air dan keterbatasan kapasitas Kali Cipinang. Kondisi ini membuat air sulit mengalir dengan cepat, sehingga banjir bertahan lebih lama di permukiman warga.
Pihak kecamatan bersama instansi terkait terus memantau kondisi di lapangan. Fokus utama adalah wilayah yang berada di bantaran kali yang paling rentan terhadap luapan air. Upaya penanganan juga dilakukan untuk memastikan keselamatan warga tetap terjaga.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi, risiko banjir belum sepenuhnya hilang. Kehati-hatian menjadi hal penting dalam menghadapi situasi yang belum stabil ini.
Tradisi Lebaran Tertahan, Aktivitas Lumpuh
Memasuki hari kedua Lebaran, sebagian wilayah seperti RW 03 hingga RW 05 masih terendam banjir. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 80 cm. Meski mulai surut di beberapa titik, aktivitas warga masih terganggu dan jauh dari normal.
Sejumlah warga terlihat mulai membersihkan rumah mereka dari lumpur dan pasir yang terbawa banjir. Barang-barang yang sempat terendam dijemur di luar rumah. Namun, di tengah kondisi tersebut, anak-anak masih terlihat bermain air, mencoba menikmati situasi dengan cara mereka sendiri.
Feri (51), salah satu warga Ciracas, mengaku harus membatalkan rencana silaturahmi dan ziarah yang biasanya dilakukan saat Lebaran. Ia bersama istrinya justru sibuk membersihkan rumah dari sisa banjir. Meski demikian, Feri tetap bersyukur masih diberi kesempatan merayakan hari kemenangan, meskipun dalam kondisi penuh keterbatasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com