Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 4.843 korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara masih bertahan di pengungsian.
Ribuan warga dari 1.412 kepala keluarga menghadapi kondisi sulit akibat banjir dan longsor akhir November 2025. Pemerintah daerah dan relawan terus menyalurkan bantuan logistik, tempat tinggal darurat, dan layanan kesehatan.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Ribuan Warga Sumut Masih Mengungsi
Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara pada akhir November 2025 masih menyisakan dampak besar hingga kini. Ribuan warga yang terdampak belum bisa kembali ke rumah mereka dan masih harus bertahan di lokasi pengungsian dengan berbagai keterbatasan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat sebanyak 4.843 jiwa masih berada di pengungsian. Mereka berasal dari 1.412 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah titik penampungan. Sebagian besar pengungsi berasal dari wilayah yang terdampak cukup parah oleh banjir dan longsor.
Hingga pertengahan Maret 2026, para pengungsi masih mengandalkan bantuan dari pemerintah dan relawan. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Situasi ini menjadi perhatian berbagai pihak untuk segera mempercepat proses pemulihan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Tapanuli Tengah Catat Pengungsi Terbanyak
Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Seluruh 4.843 korban yang masih mengungsi saat ini berada di daerah tersebut. Kondisi geografis dan tingkat kerusakan yang tinggi membuat warga belum bisa kembali ke tempat tinggal mereka.
Wilayah ini sebelumnya dilanda bencana hidrometeorologi yang cukup parah, menyebabkan banyak rumah rusak dan infrastruktur terganggu. Akses jalan yang terbatas juga menjadi kendala dalam distribusi bantuan serta proses evakuasi warga terdampak.
Pemerintah daerah bersama berbagai instansi terus berupaya memberikan penanganan terbaik. Mulai dari penyediaan tempat pengungsian yang layak hingga distribusi logistik dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi.
Baca Juga: “Kami Tak Bisa Hidup!” Korban Banjir Aceh Tengah Mengguncang, Dinsos Bicara!
BPBD Sumut Data Pengungsi Masih Update
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa data jumlah pengungsi tersebut masih bersifat sementara. Informasi ini merupakan hasil pembaruan terbaru dari Pusdalops PB Sumut.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut diperbarui per 15 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Proses pendataan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan akurasi informasi yang disampaikan kepada publik. Hal ini penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain itu, BPBD Sumut juga memastikan bahwa perkembangan situasi di lapangan akan terus diinformasikan. Transparansi data menjadi kunci dalam koordinasi antarinstansi serta dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
20 Daerah Terdampak Bencana di Sumatera Utara
Data Pusdalops menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi ini tidak hanya berdampak pada satu wilayah saja. Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Sumatera Utara terdampak oleh kejadian ini. Hal ini menandakan luasnya cakupan bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu.
Beberapa daerah yang terdampak antara lain Medan, Tebing Tinggi, Binjai, serta Padangsidimpuan. Selain itu, wilayah lain seperti Sibolga dan sejumlah kabupaten juga mengalami dampak serupa.
Kabupaten yang terdampak meliputi Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Humbang Hasundutan, hingga Pakpak Bharat. Pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan di seluruh wilayah terdampak agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas normal.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari sumut.antaranews.com
- Gambar Kedua dari kompas.tv