Tragedi menggemparkan terjadi di Surabaya ketika seorang pekerja pembersih kaca tergantung di gondola selama 15 menit saat badai mendadak.
Saksi mata merekam detik-detik menegangkan sebelum korban meninggal dunia di lokasi, sementara rekannya mengalami luka-luka dan dirawat intensif. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi manajemen gedung dan pekerja tinggi untuk selalu waspada.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Pekerja Gondola Surabaya Terhuyung di Tengah Badai
Insiden memilukan menimpa dua pekerja pembersih kaca gondola di Tower B, Apartemen Ascott Waterplace, Pakuwon Indah, Surabaya Barat, pada Senin siang, 2 Maret 2026. Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.12 hingga 14.30 WIB ketika hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba melanda wilayah tersebut.
Kedua pekerja, Edy Suparno (51) dan Ribut Boediyanto (56), sebenarnya sudah berniat turun setelah melihat tanda-tanda cuaca buruk. Namun, badai datang lebih cepat saat mereka berada di lantai 25–26, membuat gondola kehilangan stabilitas dan terombang-ambing hebat di udara.
Rekaman video yang viral memperlihatkan Edy terpental keluar dari keranjang gondola meski masih terikat tali pengaman. Tubuhnya menghantam dinding gedung dan kaca apartemen berkali-kali akibat hempasan angin, hingga pertolongan tiba.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Nikmati Keseruan Nonton Bola, Akses Tanpa Batas, dengan cara LIVE STREAMING GRATIS aplikasi Shotsgoal. Segera download!
Nasib Korban dan Perkembangan Terbaru
Benturan keras menyebabkan Edy Suparno meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, rekannya, Ribut Boediyanto, berhasil bertahan di dalam gondola. Ia kini menjalani perawatan intensif di RS William Booth, mengalami luka-luka dan syok berat akibat trauma fisik dan psikologis.
Pihak manajemen apartemen menyatakan bahwa kedua pekerja telah dilengkapi alat pelindung diri (APD) standar, termasuk tali pengaman dan helm. Manajemen menegaskan bahwa keselamatan pekerja selalu menjadi prioritas utama, namun bencana alam kadang tak terduga.
Tim Inafis Polrestabes Surabaya saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan apakah insiden murni akibat faktor alam (force majeure) atau terdapat kelalaian teknis. Investigasi ini akan menentukan langkah hukum dan prosedur keselamatan ke depan.
Baca Juga: Banjir Kiriman Terjang Probolinggo Saat Warga Ingin Buka Puasa
Kronologi Insiden Yang Mencekam
Badai yang datang tiba-tiba menyebabkan gondola terguncang hebat selama belasan menit. Video yang beredar menunjukkan hempasan angin kencang membuat Edy terpental keluar, sementara Ribut berpegangan dan tetap berada di keranjang.
Selama kejadian, petugas keamanan dan tim darurat apartemen segera menyiapkan alat evakuasi. Namun, kondisi cuaca ekstrem menyulitkan proses penyelamatan dan membuat aksi pertolongan berjalan penuh risiko.
Saksi mata menyebutkan suasana di lokasi sangat menegangkan. Warga dan penghuni apartemen memantau dari jarak aman sambil berdoa agar kedua pekerja bisa selamat. Insiden ini meninggalkan trauma mendalam bagi semua yang menyaksikan.
Keselamatan dan Tindakan Pencegahan
Kejadian tragis ini menjadi peringatan keras bagi manajemen apartemen, pekerja, dan kontraktor untuk selalu memantau kondisi cuaca. Pekerja yang bekerja di ketinggian harus memiliki prosedur evakuasi darurat yang siap diterapkan sewaktu-waktu.
Ahli keselamatan kerja menekankan pentingnya simulasi evakuasi rutin, penggunaan APD standar, serta pemantauan prediksi cuaca real-time. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Selain itu, manajemen apartemen dipastikan akan mengevaluasi seluruh prosedur operasional gondola dan pelatihan keselamatan pekerja. Tujuannya agar risiko dari hujan deras dan angin kencang dapat diminimalkan secara maksimal, menjaga keselamatan semua pihak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari suarasurabaya.net
- Gambar Kedua dari surabaya.tribunnews.com