Waspada! Banjir Menerjang Lombok Barat Dan Bima, Ribuan Jiwa Terdampak!

Banjir Menerjang Lombok Barat dan Bima, Ribuan Jiwa Terdampak! Banjir Menerjang Lombok Barat dan Bima, Ribuan Jiwa Terdampak!
Bagikan

Hujan deras melanda Lombok Barat dan Bima, menyebabkan banjir besar yang mengancam ribuan warga dan memicu evakuasi darurat.

Banjir Menerjang Lombok Barat dan Bima, Ribuan Jiwa Terdampak!

Banjir kembali melanda Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Barat dan Bima. Hujan deras merendam sejumlah desa, memengaruhi ribuan warga. BNPB melaporkan kejadian ini, dengan petugas di lapangan terus mendata dan bersiaga mengantisipasi banjir susulan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Banjir di Lombok Barat

Banjir mengepung beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, pada Minggu (22/2/2026). Kejadian ini dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Lombok Barat pada pukul 14.00 WITA. Hujan intensitas tinggi menjadi pemicu utama bencana ini, menyebabkan genangan air yang meluas.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau sekitar 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat. Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari pihak terkait.

Petugas gabungan masih aktif melakukan pendataan menyeluruh di lokasi terdampak. Mereka juga bersiaga penuh di lapangan untuk mengantisipasi potensi terjadinya banjir susulan. Kesiapsiagaan ini krusial mengingat kondisi cuaca yang masih rawan, serta untuk memastikan keselamatan warga.

Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat

Situasi Banjir di Kabupaten Bima

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (21/2/2026), bencana banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima. Wilayah ini kembali mengalami genangan air setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi geografis Bima memang rentan terhadap banjir saat musim penghujan tiba.

Di Kabupaten Bima, sebanyak 241 kepala keluarga (KK) atau 845 jiwa turut terdampak akibat kejadian ini. Angka ini menambah daftar panjang korban banjir di NTB dalam kurun waktu singkat. Dampak bencana ini mencakup kerugian material dan gangguan aktivitas harian masyarakat.

Selain itu, satu keluarga di Kabupaten Bima dilaporkan mengungsi sementara waktu untuk mencari tempat yang lebih aman. Evakuasi ini merupakan langkah antisipasi demi menghindari risiko yang lebih besar. Upaya penanganan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak sedang terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Tangis Bahagia! Rumah Rusak Banjir Aceh Kini Bersinar Usai TNI Turun Tangan

Total Dampak Dan Respons Cepat BNPB

 Total Dampak Dan Respons Cepat BNPB

​Secara keseluruhan, bencana banjir di Lombok Barat dan Bima telah berdampak pada lebih dari 1.500 jiwa.​ Angka ini mencakup total korban jiwa yang terdampak di kedua wilayah, menunjukkan skala bencana yang cukup signifikan. Koordinasi antara BNPB dan BPBD setempat menjadi kunci dalam penanganan ini.

Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam, menegaskan bahwa tim di lapangan terus bekerja. Prioritas utama adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan meminimalkan kerugian yang ditimbulkan. Data terkini dan informasi akurat sangat penting untuk perencanaan respons dan bantuan selanjutnya.

BNPB dan BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Penting bagi warga di daerah rawan untuk memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan dari petugas. Kesiapsiagaan kolektif adalah kunci menghadapi bencana hidrometeorologi.

Langkah Antisipasi Dan Peringatan Dini

Bencana banjir yang terjadi di Lombok Barat dan Bima menjadi pengingat akan pentingnya sistem peringatan dini. Informasi cuaca yang akurat dan penyampaian yang cepat kepada masyarakat dapat membantu mengurangi risiko dan kerugian. Mitigasi bencana harus menjadi prioritas berkelanjutan.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus berupaya meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Ini mencakup perbaikan infrastruktur, edukasi masyarakat, dan penyediaan sumber daya yang memadai. Tujuan akhirnya adalah membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman banjir.

Masyarakat diharapkan proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air. Peran serta aktif dari setiap individu sangat krusial dalam upaya pencegahan banjir di masa mendatang.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari daerah.sindonews.com
  • Gambar Kedua dari batubara.redaksisatu.id