BLT lansia di Parepare gagal cair karena surat penting terselip di kelurahan, membuat ratusan penerima kehilangan bantuan mereka.
Ratusan lansia di Parepare harus menelan kekecewaan. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya meringankan beban hidup mereka gagal dicairkan karena surat penting terselip di kelurahan.
Kesalahan administratif ini menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan: bagaimana kelanjutan bantuan untuk warga rentan tersebut? Kisah lengkapnya di NASIB RAKYATmengungkap kronologi hingga surat yang tercecer memicu masalah besar bagi penerima BLT.
BLT Lansia Di Parepare Gagal Cair
Parepare, Sulawesi Selatan Seorang lansia bernama Dina (68) gagal menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp900 ribu karena surat pemberitahuan bantuan diduga tercecer di kantor kelurahan. Kasus ini mencuat setelah anak Dina, Muliyati, mempertanyakan mengapa ibunya yang selalu diusulkan sebagai penerima BLT tidak pernah mendapatkan dana tersebut.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi antara kantor Pos, kelurahan, dan satgas penyalur bantuan, karena kegagalan administrasi berpotensi membuat warga rentan kehilangan haknya.
Kronologi Surat Tercecer
Surat pemberitahuan BLT atas nama Dina telah dikirim oleh kantor Pos ke Kelurahan Bumi Harapan sejak 20 November 2025. Namun, hingga batas waktu penerimaan pada 19 Desember, surat tersebut belum sampai ke tangan penerima. Setelah diperiksa ulang, pihak kelurahan menemukan surat tersebut masih berada di kantor. Sayangnya, dana BLT sudah tidak bisa dicairkan karena melebihi batas waktu yang ditentukan dan akhirnya dikembalikan ke pusat.
Anak Dina, Irma Nurdin, mengungkapkan kekecewaannya karena baru setelah kasus ini viral, pihak kelurahan dan satgas melakukan pengecekan ulang untuk mencari penerima bantuan.
Baca Juga: Menyinari Pelosok Negeri, PLN Sukses Rampungkan Program Listrik Desa
Permasalahan Administratif
Lurah Bumi Harapan, Suryadi Untung, menjelaskan bahwa daftar penerima BLT telah diterima dari kantor Pos dan selanjutnya diteruskan ke satgas untuk disampaikan ke warga. Namun, saat satgas mencoba menyalurkan bantuan, penerima tidak ditemukan di alamat sesuai data KK dan KTP.
Pihak kelurahan memberikan waktu satu minggu untuk warga melapor, tetapi tidak ada yang datang. Kesalahan alamat RT dan RW dalam data penerima menjadi salah satu penyebab ketidakcocokan, Karena tidak ada laporan, dana BLT akhirnya dikembalikan ke pusat.
Suryadi menambahkan, masalah komunikasi antara RT, RW, dan satgas turut memperburuk proses penyaluran. Ketidaksesuaian data membuat satgas kesulitan menemukan penerima yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan.
Dampak Bagi Penerima Dan Tindakan Lanjutan
Kegagalan penyaluran BLT ini berdampak langsung pada warga lansia seperti Dina, yang kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan yang seharusnya meringankan kebutuhan hidup mereka. Kasus ini juga menyoroti perlunya sistem administrasi yang lebih efektif, transparan, dan terkoordinasi antarinstansi, terutama dalam program bantuan sosial.
Selain itu, pihak kelurahan berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme distribusi BLT agar kejadian serupa tidak terulang. Satgas diharapkan melakukan pengecekan data lebih teliti, serta memperhatikan validitas alamat KK dan KTP.
Teruslah bersama kami, agar tak terlewatkan data-data sempurna dari berita trending dalam acara seputaran NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari aoneschools.id