Komisi I DPR, Awasi Percepatan BTS dan Internet Merata Hingga Pulau Terluar

Komisi I DPR, Awasi Percepatan BTS dan Internet Merata Hingga Pulau Terluar
Bagikan

Komisi I DPR RI intensif mengawasi percepatan pembangunan BTS dan jaringan internet hingga wilayah terluar Indonesia, termasuk Pulau Rote.

Komisi I DPR, Awasi Percepatan BTS dan Internet Merata Hingga Pulau Terluar

Evaluasi lapangan ungkap blank spot kronis yang menghambat akses komunikasi dan pendidikan digital. Pemerintah menargetkan penghapusan blank spot pertengahan 2026 melalui pembangunan BTS, fiber optik, dan satelit Satria-1.

Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di NASIB RAKYAT.

Komisi I Awasi Pemerataan Konektivitas Internet

Komisi I DPR RI siap evaluasi lanjutan infrastruktur internet dan BTS hingga Pulau Rote untuk pastikan layanan lancar di wilayah terdepan. Ketua Tim Kunspek Anton Sukartono Suratto kunjungi Desa Cunca Wulang, Manggarai Barat, NTT, temukan keluhan sinyal hilang dan data lambat. Langkah ini wujudkan komitmen akses digital setara dari Sabang hingga Merauke.​

Anton tegas warga terluar wajib rasakan fasilitas sama seperti Jawa demi nikmat jadi warga negara. Pulau Rote jadi prioritas karena banyak blank spot meski disebut slogan nasional. Evaluasi fokus sinyal, fiber optik, BTS, dan Satelit Satria-1.​

Direktur Bakti Kominfo, Indah Kurniawati, dampingi kunjungan dan buka saluran pengaduan langsung. Komisi I target hilangkan keluhan blank spot pertengahan 2026. Upaya ini perkuat pengawasan transparan demi pelayanan publik optimal.​

Catatan Masalah di Desa Terpencil NTT

Kunjungan ke Manggarai Barat ungkap sejumlah wilayah alami gangguan sinyal tiba-tiba hilang atau akses data lambat. Warga Cunca Wulang kesulitan komunikasi esensial akibat blank spot kronis. Anton langsung instruksikan perbaikan cepat via Bakti Kominfo.​

Anggota Komisi I Syamsu Rizal soroti ketergantungan fiber optik sepanjang 12.229 km sebagai tulang punggung nasional. Tantangan geografis ekstrem hambat BTS di daerah 3T tapi pemerintah tetap dorong percepatan. Kunjungan ini jadi dasar rekomendasi konkret ke Komdigi.​

Data tunjuk 86 persen sekolah dan 75 persen puskesmas belum terkoneksi baik, plus ribuan kantor desa blank spot. Syamsu tekankan pembangunan BTS kurangi hambatan aktivitas warga perdesaan. Temuan lapangan jadi amunisi pengawasan DPR.​

Baca Juga: Ini Alasan RUU KUHAP 2025 yang Dianggap Merugikan Rakyat

Sasaran Percepatan BTS dan Fiber Optik

Sasaran Percepatan BTS dan Fiber Optik

Pemerintah target 7.300 BTS nasional dengan 4.900 sudah terpasang, capai 6.000 akhir 2025. Syamsu yakin awal 2026 selesai 7.000 unit kurangi blank spot masif. Fiber optik utama jadi fondasi konektivitas maksimal wilayah terluar.​

Satelit Satria-1 layani daerah 3T kecepatan 3-4 Mbps di zona tanpa serat optik. Cakupan 5G perluas via band 700 MHz hingga 26 GHz. Komisi I awasi pemanfaatan Universal Service Fund tepat sasaran.​

Penetrasi fixed broadband baru 21,31 persen rumah tangga, jadi fokus percepatan 100 Mbps di titik khusus. Evaluasi hingga Rote pastikan Rote tak cuma slogan tapi realitas digital nyata. Progres ini ukur komitmen pemerataan infrastruktur.​

DPR Tegaskan Komitmen Hapus Blank Spot 2026

Komisi I tak sekadar tinjau tapi awasi pembangunan berorientasi masyarakat. Anton dan Syamsu desak laporan langsung gangguan sinyal ke Bakti untuk respons kilat. Panja Pengawasan Percepatan Akses Internet identifikasi masalah mendalam.​

Target nol keluhan internet dasar pertengahan 2026 jadi benchmark keberhasilan. Kolaborasi DPR-Komdigi percepat infrastruktur digital inklusif. Warga 3T prioritas utama nikmati broadband murah dan cepat.​

Ke depan, Komisi I genjot optimalisasi spektrum frekuensi 5G dan dana USF. Sinergi ini wujudkan Indonesia digital merata tanpa terkecuali. Evaluasi Rote jadi tonggak akhir pemerataan konektivitas nasional.​

Luangkan waktu anda untuk membaca informasi terbaru lainya yang ada di indonesia hanya ada di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari id.mashable.com