Luapan Sungai Jeneberang Lumpuhkan Jalur Parigi-Tinggimoncong

Jeneberang Lumpuhkan Jalur Parigi-Tinggimoncong Jeneberang Lumpuhkan Jalur Parigi-Tinggimoncong
Bagikan

Luapan Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sempat melumpuhkan jalur Parigi-Tinggimoncong hujan lebat di wilayah hulu Gunung Bawakaraeng.

Jeneberang Lumpuhkan Jalur Parigi-Tinggimoncong

Debit air meningkat hingga meluap ke atas jembatan Kampung Congkina. Akses jalan tertutup total selama sekitar satu jam dan menghambat aktivitas warga. Meski air telah surut, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi luapan susulan akibat cuaca ekstrem.

Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP

Jeneberang Meluap, Jalur Parigi-Tinggimoncong Lumpuh

Sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sempat meluap dan menyebabkan akses jalan utama antara Kecamatan Parigi dan Tinggimoncong tertutup total. Peristiwa ini terjadi di Kampung Congkina saat air sungai naik hingga melewati permukaan jembatan penghubung dua wilayah tersebut.

Luapan air terjadi pada Selasa pagi, 20 Januari, sekitar pukul 06.00 WITA. Debit air yang meningkat drastis membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Warga yang hendak beraktivitas terpaksa menunggu hingga kondisi kembali normal.

Kejadian ini sontak menarik perhatian masyarakat setempat karena jalur tersebut merupakan akses vital bagi warga Parigi dan Tinggimoncong. Selain digunakan untuk aktivitas ekonomi, jalan tersebut juga menjadi jalur utama menuju kawasan wisata dan pertanian di dataran tinggi.

Hujan Hulu Picu Luapan Sungai

Kepala wilayah setempat, Wahyudin, menjelaskan bahwa meluapnya Sungai Jeneberang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu. Hujan deras terjadi di kawasan pegunungan Gunung Bawakaraeng sejak dini hari. Curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama tersebut menyebabkan debit air dari hulu sungai meningkat secara signifikan.

Menurut Wahyudin, curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menyebabkan debit air dari hulu meningkat secara signifikan. Aliran air dari pegunungan mengalir deras menuju hilir, hingga akhirnya meluap di sekitar jembatan Kampung Congkina.

“Iya, jembatan tidak bisa dilewati karena hujan lebat berdurasi panjang di wilayah Tinggimoncong. Debit air dari hulu ke hilir meningkat, sehingga air meluap hingga ke atas jembatan,” ujar Wahyudin saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Tragedi Linge: Rumah Selamat, Tapi Harta Benda Habis Tak Bersisa! Kisah Pilu di Balik Banjir Aceh Tengah!

Akses Jalan Tertutup Total Selama Sejam

Akses Jalan Tertutup Total Selama Sejam

Akibat luapan tersebut, akses jalan di atas jembatan tertutup total selama kurang lebih satu jam. Air sungai yang meluap menutupi seluruh badan jalan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang nekat melintas.

Wahyudin mengungkapkan bahwa kondisi air sempat surut setelah hujan reda, namun kembali naik karena hujan di hulu masih berlangsung. Fluktuasi debit air sangat bergantung pada kondisi cuaca di kawasan pegunungan.

“Sempat meluap sekitar jam enam pagi, lalu turun sekitar satu jam kemudian. Namun naik lagi, tergantung situasi hujan di hulu,” jelasnya. Warga diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi air yang terjadi dengan cepat.

Warga Diimbau Waspada Potensi Luapan Susulan

Hingga Selasa pagi, jembatan Parigi-Tinggimoncong kembali bisa dilalui oleh warga. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal setelah air sungai surut dan tidak lagi menutupi badan jalan. Meski demikian, warga diminta tetap berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut karena debit air Sungai Jeneberang sewaktu-waktu dapat kembali meningkat jika hujan turun dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.

Meski demikian, pihak pemerintah setempat mengimbau warga agar tetap waspada. Potensi luapan susulan masih bisa terjadi jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.

Wahyudin menegaskan bahwa pemantauan debit air terus dilakukan. Warga yang melintasi jembatan diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Utama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari regional.kompas.com