Banjir meluas melanda 20 kecamatan di Kabupaten Bekasi akibat hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus, ribuan rumah warga terendam banjir.
Aktivitas masyarakat lumpuh, sementara BPBD terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Bencana ini juga berdampak pada sektor pertanian dan meningkatkan risiko bencana susulan di sejumlah wilayah rawan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Bencana Banjir Meluas di Kota dan Kabupaten Bekasi
Hujan ekstrem yang dipicu fenomena hidrometeorologi kembali menyebabkan banjir meluas di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Intensitas hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat drastis dan meluap ke kawasan permukiman warga.
Hingga Jumat (23/1/2026) pagi, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah strategis dan pusat aktivitas masyarakat. Genangan air dilaporkan merendam ribuan rumah warga, memutus akses jalan, serta melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial di beberapa titik. Warga terpaksa membatasi mobilitas karena ketinggian air yang bervariasi.
Situasi tersebut menjadikan Bekasi kembali berada dalam status siaga bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif untuk mencegah dampak yang lebih luas, terutama di wilayah rawan banjir tahunan.
Puluhan Kecamatan dan Desa Terdampak Banjir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir telah merendam sedikitnya 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Wilayah yang terdampak mayoritas berada di bagian utara dan tengah Kabupaten Bekasi, yang secara geografis berdekatan dengan aliran sungai besar.
Adapun kecamatan terdampak meliputi Muara Gembong, Cabangbungin, Pebayuran, Sukakarya, Babelan, Tarumajaya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Karang Bahagia, serta Kedungwaringin. Sebagian wilayah tersebut mengalami banjir dengan durasi cukup lama.
BPBD mencatat genangan tertinggi terjadi di Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 110 sentimeter. Selain itu, Desa Sukabakti dan Desa Sukamanah juga terendam hingga 100 sentimeter, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.
Baca Juga: Rupiah Anjlok! Kontroversi Bank Indonesia Yang Bikin Investor Tegang
Ribuan Warga Terdampak, Proses Evakuasi Dilakukan
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebutkan bahwa secara keseluruhan sedikitnya 21.260 warga terdampak akibat bencana banjir ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 warga terpaksa mengungsi karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk ditempati.
“Genangan air yang cukup tinggi memaksa sebagian warga dievakuasi, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan perempuan,” ujar Muchlis saat dikonfirmasi, Jumat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan warga.
Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lima titik pengungsian yang dilengkapi dengan kebutuhan dasar. Petugas gabungan terus bersiaga di lapangan untuk membantu evakuasi serta distribusi logistik.
Dampak Banjir terhadap Pertanian dan Potensi
Selain permukiman, banjir juga berdampak signifikan pada sektor pertanian. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sekitar 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam air, yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi cukup besar bagi petani setempat.
Genangan air yang berlangsung lama dikhawatirkan menyebabkan gagal panen, terutama pada tanaman padi yang tengah memasuki masa tanam. Pemerintah daerah tengah melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung potensi kerugian serta menyiapkan langkah mitigasi.
Tak hanya banjir, BPBD Kabupaten Bekasi juga menerima laporan kejadian tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Setu. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan guna mencegah risiko bencana susulan.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari wartakota.tribunnews.com