Tragedi Mandailing Natal, Tiga Warga Tertimbun Longsor Saat Berburu Emas

Tanah longsor menimpa tiga warga Mandailing Natal saat mencari emas Tanah longsor menimpa tiga warga Mandailing Natal saat mencari emas
Bagikan

Tanah longsor menimpa tiga warga Mandailing Natal saat mencari emas di pinggir sungai, menimbulkan korban dan kepanikan.

Tanah longsor menimpa tiga warga Mandailing Natal saat mencari emas

Peristiwa nahas terjadi di Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tiga warga Desa Hutadangka, Kecamatan Kotanopan, menjadi korban tanah longsor saat mencari emas di pinggir DAS Batanggadis. Satu korban meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka-luka. Kepolisian setempat segera bertindak cepat mengusut insiden tragis ini.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Kronologi Kejadian Longsor

Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, tiga warga Desa Hutadangka sedang melakukan aktivitas penambangan emas tradisional. Mereka adalah Hartono (40), Masdi (50), dan Ahmad Sarif (28), yang sehari-hari berprofesi sebagai petani. Lokasi penambangan berada di sekitar aliran sungai yang jauh dari pemukiman warga.

Menurut keterangan AKBP Bagus Priandy, Kapolres Madina, tebing galian tambang tiba-tiba longsor. Material tanah dan bebatuan runtuh, menimpa ketiga korban yang berada di area galian tersebut. Peristiwa ini terjadi begitu cepat, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Setelah kejadian, personel Polsek Kotanopan segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk penanganan awal. Dua korban luka dievakuasi bersama masyarakat ke Puskesmas Kotanopan, sementara korban meninggal dunia dibawa ke kediamannya untuk proses selanjutnya.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Penemuan Mesin Diesel Dompeng di Lokasi

Saat melakukan olah TKP, polisi menemukan dua unit mesin diesel dompeng di lokasi kejadian. Mesin-mesin ini biasanya digunakan dalam aktivitas penambangan emas, namun menurut AKBP Bagus Priandy, saat kejadian berlangsung, aktivitas penambangan menggunakan mesin tersebut sudah selesai.

Kedua mesin dompeng ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi, menunjukkan bahwa para korban tidak sedang menggunakannya ketika longsor terjadi. Penemuan ini memunculkan pertanyaan mengenai peran mesin-mesin tersebut dalam keseluruhan aktivitas penambangan di lokasi tersebut.

Kapolres Madina menegaskan bahwa ketiga korban bukanlah operator atau pekerja mesin dompeng. Mereka adalah petani yang mencari emas secara tradisional, sehingga keterkaitan mereka dengan mesin-mesin tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Darurat! Longsor Di OKU Selatan Nyaris Putuskan Akses Jalan Warga

Dampak Dan Penanganan Korban

 Dampak Dan Penanganan Korban

Akibat longsoran tebing, salah seorang warga bernama Hartono (40) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ini menjadi duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Hutadangka. Kehilangan nyawa dalam aktivitas penambangan tradisional menyoroti risiko tinggi pekerjaan ini.

Dua korban lainnya, Masdi (50) dan Ahmad Sarif (28), mengalami luka-luka pada bagian kaki akibat tertimbun material longsor. Mereka segera mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kotanopan. Kondisi mereka saat ini masih dalam pemulihan, dan diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya.

Polisi telah mengambil beberapa langkah penanganan, termasuk pengecekan TKP, evakuasi korban, pendataan dan pemeriksaan saksi-saksi. Koordinasi dengan tenaga medis untuk visum et repertum (VER) juga telah dilakukan, serta pemasangan garis polisi di lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Tindakan Lanjut Kepolisian

Pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden ini. Pemeriksaan saksi-saksi dari masyarakat sekitar dan analisis lebih lanjut terhadap kondisi lokasi kejadian akan menjadi fokus utama untuk mengungkap penyebab pasti longsor.

AKBP Bagus Priandy menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam setiap aktivitas, terutama di daerah rawan longsor. Peringatan dini dan langkah pencegahan harus selalu menjadi prioritas untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah akan bahaya penambangan emas tradisional tanpa pengawasan yang memadai. Edukasi mengenai keselamatan dan penegakan aturan pertambangan perlu terus ditingkatkan demi melindungi keselamatan jiwa masyarakat.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari medan.kompas.com
  • Gambar Kedua dari medan.kompas.com