Memasuki hari ke-11 pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim SAR gabungan mengintensifkan penyisiran di tiga sektor utama..
Didukung 3.201 personel dan puluhan alat berat, operasi difokuskan pada titik-titik yang dipetakan sebelumnya. Cuaca cerah turut membantu proses evakuasi dan pembukaan akses yang tertutup material longsor tebal. Harapan keluarga korban masih menyertai setiap langkah tim penyelamat di lapangan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Pencarian Korban Berlanjut di Hari ke-11
Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, memasuki hari ke-11 pada Selasa (3/2/2026). Hingga hari kesebelas, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan dengan harapan dapat segera menemukan seluruh korban yang masih tertimbun material longsor.
Sebanyak 3.201 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi kemanusiaan berskala besar ini. Ribuan personel tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta berbagai unsur pendukung lainnya yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. Selain itu, 20 unit ekskavator turut diturunkan untuk mempercepat proses penyisiran dan evakuasi.
Direktur Operasi SAR Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, menyampaikan bahwa pencarian difokuskan pada tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Pola operasi yang diterapkan merupakan kelanjutan dari pemetaan titik-titik prioritas yang telah diidentifikasi pada hari-hari sebelumnya.
Langit Cerah Perkuat Upaya Pencarian
Bramantyo menjelaskan bahwa pada hari ke-11 ini, kondisi cuaca relatif cerah sehingga diharapkan dapat mendukung proses pencarian secara maksimal. Faktor cuaca menjadi salah satu penentu keberhasilan operasi, mengingat hujan deras sebelumnya sempat menghambat pergerakan alat berat dan personel di lapangan.
“Hari ini kita memasuki pelaksanaan operasi pada hari ke-11. Mudah-mudahan bisa berjalan maksimal. Cuaca cukup cerah dan diharapkan mendukung proses pencarian hingga siang,” ujar Bramantyo di Posko SAR, Selasa (3/2/2026). Pernyataan tersebut memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian.
Pada hari ke-10, tim SAR berhasil menemukan tujuh kantong jenazah dari sejumlah titik pencarian. Temuan tersebut menjadi dasar penguatan penyisiran lanjutan pada hari ke-11, dengan fokus pada area yang memiliki potensi besar terdapat korban tertimbun material longsor.
Baca Juga: Tragedi Mandailing Natal, Tiga Warga Tertimbun Longsor Saat Berburu Emas
Peran Alat Berat Dalam Proses Evakuasi
Kebutuhan alat berat dalam operasi ini dinilai sangat krusial. Material longsor yang tebal dan padat membuat proses pencarian secara manual menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, penggunaan ekskavator difokuskan untuk membuka akses jalan, memindahkan material tanah dan bebatuan, serta menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Sebanyak 20 unit ekskavator dikerahkan untuk mendukung operasi ini. Alat berat tersebut disebar di sejumlah sektor pencarian guna mempercepat proses evakuasi. Medan yang curam dan kondisi tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri bagi operator di lapangan.
Tim SAR menyatakan bahwa tanpa dukungan alat berat, proses pencarian akan memakan waktu jauh lebih lama dan berisiko tinggi bagi personel. Karena itu, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar penggunaan alat berat dapat berjalan efektif dan aman.
Kolaborasi Pemerintah-Swasta Percepat Evakuasi
Salah satu perusahaan yang turut memberikan dukungan adalah SANY Heavy Industry Indonesia. Dalam bencana longsor di Cisarua ini, perusahaan tersebut menurunkan empat unit ekskavator untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material longsor. Dua unit di antaranya telah berada dan beroperasi di lokasi terdampak.
Deputy GM and Director Government Affairs SANY Heavy Industry Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan bahwa bantuan alat berat tersebut disalurkan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi alat berat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurut Saanjay, kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak cukup parah dan memutus akses di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat dukungan alat berat menjadi sangat penting untuk membuka jalur evakuasi, memperlancar distribusi logistik.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com