Angin kencang disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah di Banyuwangi dan menyebabkan 52 rumah warga mengalami kerusakan.
Data terbaru BPBD mencatat dampak terparah terjadi di Kecamatan Sempu dan Muncar, dengan kerusakan mulai dari atap beterbangan hingga dinding dapur roboh. Pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat dan melakukan pendataan lanjutan. Update lengkap dampak bencana serta langkah penanganan yang telah dilakukan.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Badai Hujan dan Angin Terjang Banyuwangi, Puluhan Rumah Rusak
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi dan mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa bencana hidrometeorologi ini terjadi pada Sabtu sore (7/2/2026) dan menimbulkan dampak cukup signifikan bagi masyarakat terdampak.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi, tercatat sebanyak 52 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Kerusakan tersebut tersebar di beberapa wilayah yang terdampak angin kencang.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin. Selain itu, terdapat bangunan dapur milik warga yang dilaporkan roboh akibat kuatnya terjangan angin disertai hujan deras.
Sempu dan Muncar Jadi Wilayah dengan Dampak Terparah
Kecamatan Sempu menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak. Di kecamatan ini, sebanyak 49 kepala keluarga (KK) terdampak dan mengalami kerusakan rumah dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Kerusakan tersebut tersebar di tiga desa, yakni Desa Karangsari, Desa Temuguruh, dan Desa Temuasri. Selain rumah warga, enam kandang ayam juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Sementara itu, di Kecamatan Muncar tepatnya di Desa Tembokrejo, tercatat tiga kepala keluarga turut menjadi korban. Di wilayah ini, sejumlah atap rumah warga dilaporkan rusak parah karena tersapu angin.
Baca Juga: Kerusakan Akibat Bencana Banjir Bandang di Nagan Raya Capai Rp1,1 T
Kerusakan Didominasi Bagian Atap dan Dinding Rumah
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Partana, menyampaikan bahwa sebagian besar kerusakan tergolong ringan dan terjadi pada bagian atap rumah. Namun, ada pula beberapa bangunan yang mengalami kerusakan cukup serius.
Di Desa Temuguruh, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian dinding dapur yang ambruk. Kondisi ini membuat penghuni rumah harus segera mendapatkan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan.
“Kerusakan mulai ringan hingga berat, namun kebanyakan rusak ringan pada bagian atap,” ujar Partana, Minggu (8/2/2026). Ia memastikan tim BPBD telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal.
Pemkab Banyuwangi Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyalurkan bantuan awal kepada warga terdampak. Bantuan tersebut berupa bahan kebutuhan pokok serta perlengkapan untuk perlindungan sementara bagi rumah yang mengalami kerusakan.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga melakukan pendataan lanjutan untuk menentukan kebutuhan perbaikan rumah warga. Pendataan ini penting sebagai dasar pemberian bantuan bahan bangunan kepada korban terdampak.
BPBD Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta segera melaporkan jika terjadi kerusakan atau kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Jangan lewatkan kabar terbaru dan paling ramai dibicarakan tentang penebangan hutan eksklusif di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com