Geger! Angin puting beliung menyapu Tulungagung dan membuat suasana mendadak mencekam puluhan rumah warga rusak.
Warga panik berhamburan menyelamatkan diri, sementara petugas bergerak cepat melakukan pendataan dan pembersihan material pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir cukup besar. Simak kronologi lengkap kejadian, wilayah terdampak, serta imbauan penting bagi masyarakat.
Simak informasi terbaru dan terviral tentang bencana alam yang terjadi yang akan kita bahas hanya ada di NASIB RAKYAT.
Ayo bergabung di chanel whatsapp Nasibrakyat, dapatkan informasi terkini lebih cepat
Angin Kencang Sapu Tulungagung, Puluhan Rumah Porak-Poranda
Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Tulungagung pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan kerusakan puluhan rumah warga di sejumlah titik. Atap rumah beterbangan diterpa angin, sementara beberapa bangunan mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon tumbang.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedikitnya lebih dari 80 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Kerusakan yang terjadi didominasi pada bagian atap, terutama genting dan asbes yang tidak mampu menahan kuatnya terpaan angin. Warga sempat panik ketika pusaran angin melintas dan merusak bangunan yang dilaluinya.
Meski kerusakan tergolong cukup banyak, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Aparat bersama relawan langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan membantu warga yang rumahnya terdampak untuk mencegah risiko lanjutan.
Empat Wilayah Terdampak, Boyolangu Terparah
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa wilayah terdampak meliputi tujuh desa di empat kecamatan. Keempat kecamatan tersebut yakni Boyolangu, Sumbergempol, Kedungwaru, dan Ngantru. Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Boyolangu menjadi daerah dengan jumlah kerusakan terbanyak.
Desa Tanjungsari di Kecamatan Boyolangu tercatat sebagai lokasi paling parah dengan 53 rumah mengalami kerusakan. Mayoritas rumah mengalami kerusakan pada bagian atap yang terlepas atau pecah akibat terpaan angin kencang. Beberapa rumah juga mengalami kerusakan lebih berat karena tertimpa pohon tumbang saat hujan deras berlangsung.
Sudarmaji menyebutkan bahwa pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah pasti rumah yang terdampak. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat guna mempercepat proses penanganan dan distribusi bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Darurat Bencana! Kemensos Kebut Penyaluran Bansos Untuk Warga Sumatera
Evakuasi Jadi Prioritas Utama
Sejak kejadian berlangsung, warga bersama BPBD dan relawan bergotong royong membersihkan material pohon tumbang yang menimpa rumah dan akses jalan. Pembersihan diprioritaskan pada rumah-rumah yang tertimpa batang pohon besar karena berpotensi membahayakan keselamatan penghuni apabila tidak segera dievakuasi.
Petugas menggunakan peralatan pemotong kayu untuk mempercepat proses evakuasi pohon tumbang. Selain itu, akses jalan yang sempat terhalang juga menjadi fokus penanganan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Hingga malam hari, proses pembersihan masih terus dilakukan di beberapa titik terdampak.
Pemerintah daerah memastikan akan memberikan bantuan darurat berupa terpal dan kebutuhan pokok bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan cukup berat. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban warga sambil menunggu perbaikan permanen dilakukan.
BPBD Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem
Menurut Sudarmaji, bencana ini termasuk dalam kategori hidrometeorologi yang dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang. Pusaran angin yang muncul secara tiba-tiba menyasar bangunan yang berada di jalurnya sehingga menyebabkan kerusakan dalam waktu singkat.
BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang terjadi. Warga diminta memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang serta memastikan atap rumah dalam kondisi kuat dan aman.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat di wilayah rawan diharapkan tetap siaga dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas BPBD apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari suryamalang.tribunnews.com