Tragedi di Brebes! Tebing Longsor 30 Meter, Sekolah Raib Tertimbun Tanah

Sebuah tebing setinggi 30 meter longsor di Brebes Sebuah tebing setinggi 30 meter longsor di Brebes
Bagikan

Sebuah tebing setinggi 30 meter longsor di Brebes, menimbun sekolah, memicu kepanikan dan kekhawatiran warga sekitar.

Sebuah tebing setinggi 30 meter longsor di Brebes

​Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, diterjang bencana longsor dahsyat pada Minggu dini hari.​ Tebing setinggi 30 meter ambruk, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur vital dan mengancam fasilitas pendidikan. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam serta menuntut respons cepat dari pemerintah daerah untuk penanganan dan pemulihan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Longsor Dahsyat Akibat Curah Hujan Ekstrem

Longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Bencana ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah selatan Brebes, yang menyebabkan meluapnya Kali Longkrang. Intensitas hujan yang ekstrem telah membuat struktur tanah menjadi tidak stabil dan rentan terhadap pergerakan.

Arus deras Kali Longkrang kemudian menggerus tebing di sisi utara, tempat berdirinya bangunan sekolah dan jalan penghubung. Gerusan air yang terus-menerus ini secara signifikan melemahkan fondasi tebing. Akibatnya, longsoran tanah terjadi dengan dimensi panjang 20 meter dan tinggi mencapai 30 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa bencana ini merupakan dampak langsung dari hujan deras. “Kejadian Minggu, akibat hujan deras di wilayah selatan Brebes. Arus sungai banjir dan menggerus tanah tempat sekolah berdiri dan jalan,” ujarnya. Situasi ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Dampak Parah Pada Infrastruktur Dan Pendidikan

Beberapa jam setelah longsor pertama, longsor susulan kembali terjadi di lokasi yang sama pada pukul 08.30 WIB. Longsor kedua ini mengenai talud penahan tebing dan secara langsung merusak bangunan kamar mandi SMP Muhamadiyah 03 Paguyangan. Bangunan kamar mandi berukuran 3×6 meter tersebut sepenuhnya terbawa longsor dan masuk ke jurang.

Selain fasilitas sekolah, infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan parah. Badan jalan ruas Cilibur-Langkap sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter ikut longsor. Akibatnya, jalur penghubung tersebut terputus total dan tidak dapat dilalui oleh masyarakat.

Dani Asmoro menambahkan, “Bangunan kamar mandi milik sekolah dan jalan kabupaten rusak. Bangunan terbawa longsor demikian juga ruas jalan kabupaten.” Kerusakan ini sangat menghambat mobilitas warga serta mengganggu aktivitas pendidikan di daerah tersebut.

Baca Juga: Darurat! Longsor TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Pemprov DKI Bergerak!

Respons Cepat Pemerintah Daerah

 Respons Cepat Pemerintah Daerah

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah mengambil langkah cepat menanggapi bencana ini. Koordinasi segera dilakukan dengan seluruh instansi terkait untuk penanganan insiden. Keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Paramitha juga telah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk mendapatkan dukungan. “Sudah koordinasi dengan gubernur juga, katanya pak gubernur mau menurunkan tim juga bantu ke sana penanganan relokasi,” ungkapnya. Dukungan dari tingkat provinsi diharapkan dapat mempercepat proses penanganan di lapangan.

Langkah penanganan harus disusun secara cermat mengingat kondisi lapangan yang berisiko tinggi. Bupati menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan instansi teknis. “Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, jadi kita harus mencari solusi yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

Fokus Penanganan Dan Pencegahan Jangka Panjang

Pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan jalan, tetapi juga pada keamanan fasilitas pendidikan yang terdampak. Bupati Paramitha menegaskan komitmen untuk segera menangani fasilitas pendidikan yang rusak dan rawan longsor. Keamanan anak-anak sekolah menjadi perhatian utama dalam setiap langkah yang diambil.

“Kita tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah yang berada di atas tebing. Setiap langkah yang kami lakukan harus memastikan keamanan seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang belajar di sana,” tandas Bupati. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan bencana.

Penanganan yang dilakukan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mencakup upaya pencegahan jangka panjang. Evaluasi mendalam terhadap kondisi geografis dan hidrologis wilayah akan dilakukan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko longsor serupa di masa depan dan menjamin keselamatan warga.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com