Puting beliung menerjang permukiman warga Banyuwangi, merusak 12 rumah dan membuat sejumlah pohon tumbang hingga menimpa bangunan warga terdampak.
Peristiwa terjadi pada Minggu (26/7) sekitar pukul 14.30 WIB. Pusaran angin paling kuat menghantam wilayah RT 08, RW 01 Dusun Ngadirejo. Meski angin datang secara singkat, dampaknya cukup terasa bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. NASIB RAKYAT akan mengulas dampak angin puting beliung yang menerjang Banyuwangi, merusak belasan rumah warga, serta perjuangan masyarakat menghadapi pemulihan pascabencana.
Puting Beliung Datang Mendadak Saat Hujan Gerimis
Kepala Desa Bulurejo, Widarto, menjelaskan bahwa angin puting beliung muncul secara tiba-tiba ketika wilayah tersebut hanya mengalami hujan gerimis. Warga tidak menyangka kondisi cuaca yang terlihat biasa berubah menjadi bencana dalam waktu singkat.
Menurut pendataan awal pemerintah desa, sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap karena angin kuat menerbangkan genteng dan lembaran asbes milik warga.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Warga bersama aparat langsung bergerak setelah angin mereda untuk mengecek kondisi lingkungan dan membantu pemilik rumah yang terdampak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Atap Rumah Rusak, Pohon Besar Tumbang Timpa Bangunan
Terjangan angin tidak hanya membuat atap rumah beterbangan. Beberapa pohon besar di sekitar permukiman juga roboh dan mengenai bangunan warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga harus membersihkan material kayu dan puing yang berserakan.
Widarto mengatakan pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat langsung melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan lokasi terdampak dan mengevakuasi pohon yang jatuh agar aktivitas warga kembali berjalan.
Proses pembersihan berlangsung sejak setelah kejadian hingga hari berikutnya. Warga saling membantu memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan agar kondisi tempat tinggal kembali aman.
Baca Juga:Â Babak Baru Aceh Dimulai! Masa Transisi Bencana Berakhir, Kini Masuk Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Kerugian Warga Capai Rp25 Juta Akibat Terjangan Angin
Berdasarkan perkiraan sementara, bencana angin puting beliung menyebabkan kerugian materi sekitar Rp25 juta. Nilai tersebut berasal dari kerusakan atap rumah, fasilitas pendukung, serta bangunan yang terkena dampak pohon tumbang.
Pemerintah Desa Bulurejo langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi untuk membantu warga terdampak. Pemerintah menyiapkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok dan material bangunan.
Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban warga sambil menunggu proses perbaikan rumah selesai. Pemerintah juga terus melakukan pendataan agar seluruh kebutuhan korban bisa tertangani dengan tepat.
Warga Ceritakan Detik-Detik Angin Menerjang Permukiman
Salah satu warga terdampak, Sutini, mengungkapkan kepanikan saat angin mulai berembus kencang. Ia mengatakan angin awalnya bergerak dari arah selatan menuju utara sebelum berubah arah ke barat.
Menurut Sutini, kejadian berlangsung sangat cepat. Dalam hitungan menit, angin kuat membuat genteng rumah beterbangan dan merusak beberapa fasilitas di sekitar tempat tinggalnya.
Ia mengaku warga langsung panik ketika melihat benda-benda mulai terangkat oleh angin. Sebagian warga memilih bertahan di dalam rumah, sementara beberapa lainnya keluar untuk mencari tempat yang lebih aman.
Petugas Gabungan Percepat Pemulihan Pascabencana
Hingga Senin siang, petugas BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, relawan, dan masyarakat masih bekerja bersama membersihkan lokasi terdampak. Mereka fokus mengangkat puing bangunan, membersihkan pohon tumbang, serta membantu memperbaiki rumah warga.
Gotong royong tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat pemulihan setelah bencana. Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi warga agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama proses perbaikan berlangsung.
Kejadian di Dusun Ngadirejo menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat muncul secara tiba-tiba. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama ketika kondisi cuaca mulai berubah dan muncul tanda-tanda angin kencang di wilayah permukiman.