Situbondo Terendam! Sawah Lenyap, Nyawa Melayang, Bencana Kian Mengganas!

Banjir besar melanda Situbondo Banjir besar melanda Situbondo
Bagikan

Banjir besar melanda Situbondo, ratusan hektare sawah terendam, satu warga hilang, memicu kepanikan masyarakat setempat.

Banjir besar melanda Situbondo

​Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menciptakan dampak kerusakan yang jauh lebih parah dari sebelumnya.​ Ratusan hektare sawah terendam, menelan harapan para petani, dan bahkan menyebabkan korban jiwa. Peristiwa ini menjadi sorotan serius terhadap kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kerugian Pertanian Yang Meluas

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan sekitar 300 hektare sawah terdampak banjir luapan Sabtu-Minggu (7–8/3). Angka ini meningkat signifikan dibanding banjir 21 Januari 2026. Data sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) menunjukkan kerusakan parah pada lahan pertanian, terutama tanaman padi.

Peningkatan skala kerusakan ini paling terlihat jelas di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Jika pada banjir Januari lalu lahan yang terdampak hanya seluas 5,5 hektare, banjir susulan pekan lalu mengakibatkan area terdampak meluas berkali-kali lipat. Ini menimbulkan kekhawatiran besar akan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi para petani yang baru saja memulai masa tanam kembali setelah sawahnya rusak akibat banjir Januari lalu. Banyak dari mereka kini enggan untuk menanam kembali karena khawatir akan terjadinya hujan dan banjir susulan. Siklus bencana ini menciptakan ketidakpastian ekonomi yang mendalam bagi masyarakat petani.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kronologi Dan Penyebab Bencana

Banjir luapan yang menerjang wilayah barat Kabupaten Situbondo sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) dini hari dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Situbondo sejak Sabtu sore menyebabkan debit air meluap secara drastis.

Luapan air sungai kemudian menggenangi ribuan permukiman warga di enam kecamatan, menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Intensitas hujan yang ekstrem ini menjadi faktor utama di balik besarnya volume air yang tidak dapat ditampung oleh sistem drainase dan sungai setempat.

Kejadian ini menggambarkan kerentanan wilayah Situbondo terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi yang tidak biasa seringkali berujung pada bencana banjir yang merugikan masyarakat, sehingga diperlukan upaya mitigasi jangka panjang yang lebih efektif.

Baca Juga: Tamansari Bogor Dilanda Banjir Lokal, Drainase Proyek Jadi Sorotan Warga

Korban Jiwa Dan Pencarian Yang Berlanjut

 Korban Jiwa Dan Pencarian Yang Berlanjut

Tragisnya, banjir ini juga menyebabkan dua orang warga dilaporkan hilang terseret arus di wilayah Kecamatan Jatibanteng. Mereka adalah Tohari (40) warga Desa Patemon dan Jaelani warga Desa Sumberanyar. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban yang harus ditanggung akibat bencana alam.

Salah satu korban, Tohari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lubawang, Desa Bloro, Kecamatan Besuki, pada Selasa (10/3). Penemuan jenazah ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Situbondo.

Sementara itu, satu korban lain, Jaelani, masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan korban yang hilang, meskipun kondisi lapangan seringkali menyulitkan. Semoga upaya pencarian ini dapat segera membuahkan hasil.

Respons Dan Langkah Antisipasi

Menyikapi banjir yang terus berulang, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk segera berkoordinasi dengan lintas instansi. Tujuan utama dari koordinasi ini adalah melakukan penanganan segera, terutama normalisasi aliran sungai yang tersumbat.

Normalisasi sungai dianggap krusial untuk mencegah terjadinya luapan air di masa mendatang. Endapan lumpur dan sampah seringkali menyumbat aliran sungai, mengurangi kapasitasnya, dan memperparah dampak banjir.

Selain itu, upaya jangka panjang juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan. Program edukasi serta pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir yang memadai menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari cnnindonesia.com
  • Gambar Kedua dari surabaya.kompas.com