Malinau dikepung banjir membuat warga terpaksa berjuang bertahan dengan perahu di tengah aktivitas sehari hari yang lumpuh.
Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dilanda banjir akibat hujan deras dan pasang laut sejak Rabu (18/3/2026). Air setinggi 25 cm hingga 1 meter merendam Malinau Kota, Tanjung Lapang, dan sejumlah desa. Warga terpaksa beraktivitas dengan perahu, beberapa jalan ditutup. Kondisi ini memaksa adaptasi ekstrem jelang Lebaran 1447 H.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Penyebab Banjir Luapan Sungai
Curah hujan ekstrem plus pasang air laut jadi pemicu utama banjir Malinau yang datang mendadak. Sungai Malinau dan Mentarang meluap deras, kirim banjir ke permukiman kota secara spontan. Camat Malinau Kota M Yusuf konfirmasi debit air naik terus hingga malam Rabu tanpa henti.
Ketinggian bervariasi 25-30 cm di jalan utama kota, capai 70 cm hingga 1 meter di RT 10 Telkom dan Ambo Tuwo RT 12. RT 14 Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat terparah, air 1,5-2 meter di permukiman 3 hektare luasnya. Fenomena pasang air laut perparah luapan sungai hulu.
Fenomena banjir mendadak ini sudah dua kali terjadi awal 2026, pertama 2 Januari dan kedua 7 Januari. Monitoring BPBD catat 7 desa terendam parah, akses ke Pelabuhan Sepit terputus total. Warga Tanjung Lapang evakuasi darurat pakai perahu karet darurat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Warga Adaptasi Naik Perahu
Masyarakat Malinau Kota beraktivitas harian menggunakan perahu motor kecil di genangan banjir. Belanja sembako, sekolah anak, dan ke sawah dilalui air setinggi dada orang dewasa. “Kami sudah biasa, banjir tahunan sejak awal 2026,” ujar Berahim, Ketua RT 14 Tanjung Lapang.
Jalan Duyan (Puskesmas-Masjid An’nur), Penembahan RT 12 Pasturan, Intimung, dan AMD RT 16-Pelabuhan Sepit ditutup sementara. Kendaraan roda empat dialihkan Gang Felanga-Kuala Lapang darurat. Perahu jadi transportasi utama warga sehari-hari.
Anak-anak tetap sekolah dengan perahu sekolah darurat BPBD. Pedagang keliling jual sembako via perahu motor cepat. Adaptasi lokal tunjukkan ketangguhan Dayak Malinau hadapi musim hujan ekstrem berulang.
Baca Juga: Pilu! Huntara Tak Kunjung Siap, Korban Banjir Aceh Tamiang Lebaran di Tenda Pengungsian!
Penutupan Jalan Dan Dampak Ekonomi
Penutupan 4 ruas jalan utama lumpuhkan mobilitas Malinau Kota sepenuhnya. Akses PDAM, masjid, dan pelabuhan speedboat terputus total akses. Ekonomi lokal lumpuh, warung tutup massal karena sulit logistik sembako.
RT 14 Tanjung Lapang catat debit air deras masuk terus menerus. Permukiman 3 hektare lumpuh total, ternak ayam dan babi mati tenggelam. Petani gagal panen padi sawah tergenang permanen musim ini.
Pemkab Malinau Barat liburkan beberapa sekolah negeri. Posko bantuan sembako dan obat dibuka 24 jam oleh BPBD. Listrik padam sporadis akibat gardu listrik terganggu air banjir deras.
Respons Pemerintah Dan Harapan Warga
Camat M Yusuf imbau warga waspada debit air naik drastis malam hari. BPBD buka posko evakuasi dan pompa air 24 jam nonstop. “Kami siapkan perahu karet tambahan jika banjir meluap lebih tinggi lagi,” tegasnya tegas.
DPRD Malinau desak normalisasi Sungai Malinau permanen segera. Anggaran darurat Rp2 miliar dialokasikan bantuan logistik sembako. TNI-Polri kerahkan 50 personel bantu distribusi bantuan makanan.
Warga berdoa banjir surut sebelum Lebaran 21 Maret. “Kami kuat adaptasi, tapi anak-anak kasihan sekolah terganggu terus,” ujar Ibu Sari RT 10. Harapan besar normalisasi sungai cegah banjir tahunan berulang.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kaltim.tribunnews.com