Warga Kabupaten Pati diminta waspada setelah banjir merendam sejumlah wilayah akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren pada akhir pekan ini.
Hujan deras di Kabupaten Pati pada Jumat malam (22/5/2026) menyebabkan tanggul Sungai Widodaren di Kecamatan Batangan jebol pada Sabtu dini hari. Akibatnya, banjir setinggi 30–50 cm merendam ratusan rumah di Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci serta mengganggu aktivitas warga.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Tanggul Jebol Terjadi Setelah Hujan Deras Semalaman
Peristiwa jebolnya tanggul Sungai Widodaren terjadi pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah perbatasan Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci, Kecamatan Batangan. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak malam sebelumnya menyebabkan peningkatan debit air sungai secara signifikan. Kondisi tanggul yang tidak mampu menahan tekanan air akhirnya mengalami kerusakan pada bagian tertentu hingga jebol sekitar 10 meter.
Warga sekitar menyebut air mulai naik sejak dini hari dan mengalir deras ke arah permukiman. Dalam waktu singkat, genangan mulai memasuki rumah-rumah penduduk yang berada di dataran lebih rendah di sekitar aliran sungai. Situasi ini membuat warga harus bersiap menyelamatkan barang-barang penting mereka.
Kejadian tersebut berlangsung cepat sehingga banyak warga tidak sempat mengamankan seluruh perabot rumah tangga. Air yang terus mengalir dari jebolnya tanggul memperluas wilayah genangan hingga ke jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ratusan Rumah di Dua Desa Terdampak Banjir
Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Widodaren merendam permukiman di dua desa, yakni Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci. Kedua wilayah tersebut menjadi titik terdampak utama karena berada di jalur aliran air yang langsung meluap dari sungai setelah tanggul tidak lagi berfungsi.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai sekitar 40 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dan aktivitas harian terganggu. Beberapa akses jalan desa juga ikut tergenang sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain permukiman, fasilitas lingkungan sekitar juga ikut terdampak genangan. Warga yang rumahnya berada di dekat bantaran sungai menjadi kelompok yang paling terdampak karena air masuk dengan cepat tanpa sempat diantisipasi secara maksimal.
Baca Juga: MIRIS! Banjir Rob di Demak Meluas, Mata Pencaharian Warga Terganggu
Aktivitas Warga Terganggu dan Kondisi Darurat
Genangan air yang merendam permukiman menyebabkan aktivitas warga di dua desa tersebut terganggu. Banyak warga memilih tetap berada di rumah masing-masing sambil menunggu kondisi air surut. Sebagian lainnya berupaya memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih aman.
Beberapa laporan menyebut kendaraan roda dua mengalami gangguan ketika melintasi genangan yang cukup dalam. Hal ini memperburuk kondisi mobilitas warga yang sehari-hari bergantung pada akses jalan desa sebagai jalur utama aktivitas.
Hingga beberapa jam setelah kejadian, air masih menggenangi wilayah permukiman dengan tinggi yang relatif stabil. Warga berharap adanya penanganan cepat untuk mencegah banjir meluas ke wilayah lain di sekitar aliran Sungai Widodaren.
Riwayat Jebol Berulang dan Kondisi Tanggul
Selain dampak langsung banjir, warga juga menyoroti kondisi tanggul Sungai Widodaren yang disebut sudah beberapa kali mengalami jebol dalam satu tahun terakhir. Perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mampu menahan derasnya aliran air saat curah hujan tinggi.
Perpindahan titik jebol juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan tanggul menjadi lebih sulit. Setiap kali diperbaiki, bagian lain dari tanggul kembali mengalami kerusakan saat debit air meningkat secara signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan aliran Sungai Widodaren masih rentan terhadap banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu lama. Warga berharap adanya penguatan struktur tanggul agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari detik.com