Ketum MUI KH M. Anwar Iskandar meminta seluruh pihak menjaga program ekonomi rakyat agar berjalan sesuai tujuan dan tetap bersih dari korupsi serta manipulasi.
Anwar menyampaikan pesan itu saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, keberhasilan program ekonomi rakyat tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada integritas seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Ketum MUI Soroti Pentingnya Ekonomi Rakyat yang Bersih
Dalam pidatonya, Anwar Iskandar menegaskan bahwa pemerintah perlu menjaga setiap program ekonomi rakyat dari berbagai bentuk penyimpangan. Ia menilai praktik korupsi dan manipulasi dapat merusak tujuan utama pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Anwar mengingatkan bahwa manfaat program hanya akan benar-benar dirasakan masyarakat apabila seluruh proses berjalan secara jujur, transparan, dan sesuai aturan. Karena itu, ia mengajak semua pihak mengawasi pelaksanaannya agar tetap berada di jalur yang benar.
Ia juga berharap seluruh pemangku kepentingan mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
MUI Apresiasi Komitmen Pemerintah Jalankan Pasal 33 UUD 1945
Selain menyampaikan harapan, Anwar memberikan apresiasi kepada pemerintah atas komitmennya menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam membangun perekonomian yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut arah kebijakan tersebut sejalan dengan semangat konstitusi yang menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Anwar juga menyampaikan rasa syukur karena pemerintah menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi berbasis rakyat.
Baca Juga:Â Miris! 8 Bulan Pasca Bencana, Anak-Anak SD di Aceh Masih Menanti Sekolah Layak
Anwar Nilai Pemerintah Fokus Bangun Kemandirian Bangsa
Anwar menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri melalui penguatan ekonomi rakyat. Ia melihat kebijakan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat agar ikut merasakan manfaatnya.
Ia berharap berbagai program yang telah dirancang pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah secara merata.
Regulasi yang Jelas Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan
Anwar menekankan pentingnya regulasi yang jelas dalam menjalankan setiap program ekonomi rakyat. Aturan yang kuat akan membantu pemerintah menjaga transparansi sekaligus mencegah penyalahgunaan wewenang.
Ia mengingatkan bahwa aparat, penyelenggara program, dan seluruh pihak terkait perlu mematuhi setiap ketentuan yang berlaku. Dengan cara itu, program dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, pengawasan yang konsisten juga mampu memperkecil peluang munculnya praktik korupsi maupun manipulasi.
Korupsi Bisa Menghambat Tujuan Besar Pembangunan
Anwar menilai praktik korupsi dan manipulasi dapat menghambat cita-cita besar pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat. Ia mengingatkan bahwa penyimpangan sekecil apa pun dapat mengurangi manfaat program yang seharusnya diterima masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan program pemerintah. Ia berharap pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja sama mengawal kebijakan ekonomi agar tetap bersih dan tepat sasaran.
Melalui pesan tersebut, Anwar berharap seluruh program ekonomi rakyat benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia tanpa gangguan praktik korupsi dan manipulasi.