Hujan deras beberapa hari terakhir kembali memicu banjir di Pante Ceureumen, merendam permukiman warga dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Kawasan Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, kembali digenangi banjir setelah hujan lebat beberapa hari terakhir. Luapan sungai di Desa Jambak merendam permukiman dan mengganggu aktivitas warga. BPBD Aceh Barat mengerahkan personel untuk membantu masyarakat dan memastikan tidak ada korban jiwa.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Luapan Sungai Rendam Permukiman Warga
Banjir di Pante Ceureumen terjadi setelah kawasan ini dilanda hujan lebat, sehingga volumenya menambah debit air di sungai yang melintas di sekitar Desa Jambak. Aliran sungai meluap melewati tanggul dan memasuki sebagian rumah, pekarangan, hingga jalan setempat, sehingga debit air di sekitar lokasi mencapai antara 20 hingga 30 sentimeter.
Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa membuat warga kesulitan bergerak, terutama lansia dan anak‑anak yang tinggal di area rendah. Sebagian pemilik rumah harus menaiki rakit kayu atau membawa barang berharga ke lantai atas untuk mencegah kerusakan akibat air yang masuk ke dalam rumah.
Meski volume banjir tidak sebesar bencana bandang November 2025, kejadian ini kembali mengingatkan bahwa Pante Ceureumen adalah wilayah rawan banjir. Pola hujan lebat yang berulang membuat desa-desa di sekitar sungai tetap rentan. Terutama pada musim dengan curah hujan tinggi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Warga Harus Mengungsi Dan Akses Terhambat
Akibat banjir, beberapa kepala keluarga di Desa Jambak dan sekitarnya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau bangunan yang berada di dataran lebih tinggi. Mereka menginap di tempat kerabat sambil menunggu air surut dan kondisi rumah memungkinkan untuk kembali ditempati.
Aktivitas warga sehari‑hari, seperti sekolah, bekerja, dan berdagang, menjadi terhambat akibat jalan kampung yang terendam air dan becek. Anak‑anak yang biasanya berjalan kaki ke sekolah terpaksa menunggu kendaraan pengantar atau menunda aktivitas sampai kondisi jalan aman untuk dilewati.
Beberapa ruas jalan menuju Pante Ceureumen, seperti akses ke Sikundo, sebelumnya juga pernah terendam banjir luapan sungai. Hal ini membuat masyarakat khawatir terhadap jaringan jalan vital. Setiap hujan ekstrem, akses ke permukiman dan kegiatan ekonomi berisiko lumpuh, sehingga diperlukan infrastruktur yang lebih tangguh.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengamuk! Gapura Selamat Datang Purwodadi Runtuh!
Upaya BPBD Dan Tim Gabungan di Lapangan
BPBD Kabupaten Aceh Barat segera menurunkan personel dan tim gabungan, termasuk TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa, untuk menangani kondisi di Desa Jambak. Petugas melakukan pemantauan, membantu warga mengungsi, serta mendistribusikan bantuan logistik seperti bahan makanan, air bersih, dan perlengkapan kebutuhan dasar.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan tidak ada korban jiwa akibat banjir ini, namun tetap siaga jika hujan meningkat. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada, memantau cuaca, serta mengikuti informasi dan peringatan bencana.
Selain bantuan, petugas turut mengecek kondisi sungai, tanggul, dan drainase sekitar, guna mengantisipasi kemungkinan luapan dan longsor susulan. Kerja cepat ini menunjukkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. Meskipun sumber daya untuk penanganan berkelanjutan masih perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat dan provinsi.
Refleksi Dan Harapan ke Depan
Pante Ceureumen kembali menjadi simbol bahwa masyarakat Aceh Barat sering kali terjepit antara kehidupan bertetangga dengan alam yang ganas dan curah hujan yang tinggi. Kejadian ini mengingatkan pentingnya penguatan daya tahan desa. Baik melalui perbaikan tanggul, jembatan darurat, hingga sistem peringatan dini banjir yang terintegrasi.
Bagi pemerintah daerah, banjir berulang di Pante Ceureumen menjadi dasar untuk menargetkan program mitigasi yang lebih serius, bukan hanya penanganan darurat pasca bencana. Penataan daerah aliran sungai, pengelolaan hutan, dan pembatasan pembangunan di kawasan rawan banjir menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
Bagi masyarakat, banjir di Pante Ceureumen kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, seperti rencana evakuasi dan perbekalan. Dengan sinergi pemerintah dan warga, diharapkan banjir ke depan dapat terantisipasi dan tertangani dengan baik.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaran NASIB RAKYAT sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari metrotvnews.com
- Gambar Kedua dari aceh.antaranews.com