Banjir melanda Depok akibat hujan deras disertai angin kencang, membuat Setu Pedongkelan meluap hingga merendam permukiman warga.
Jalan Gotong Royong dan sejumlah rumah terendam air setinggi 40 cm, memutus akses transportasi dan aktivitas warga. Evakuasi barang-barang berlangsung dengan bantuan tetangga. Hujan deras selama 2,5 jam dan tingginya volume air di lokasi menjadi pemicu utama banjir ini.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Banjir Melanda Depok Usai Hujan Deras
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kota Depok pada Sabtu malam (21/3/2026), menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Cuaca ekstrem yang berlangsung cukup lama ini membuat debit air meningkat secara signifikan dalam waktu singkat.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Jalan Gotong Royong, tepatnya di Setu Pedongkelan, RT 08/RW 05, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Kawasan permukiman warga di lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang terdampak paling parah.
Banjir dipicu oleh meluapnya aliran Kali Setu Pedongkelan yang tidak mampu menampung tingginya volume air akibat hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam. Selain itu, lokasi Setu Pedongkelan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air tidak mampu menahan volume yang meningkat drastis, sehingga air meluap ke permukiman dan ruas jalan sekitar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Akses Jalan Lumpuh Akibat Genangan Air
Air yang meluap dari kali dengan cepat menggenangi ruas jalan utama di kawasan tersebut. Akibatnya, akses di Jalan Gotong Royong tidak dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang hendak melintas atau beraktivitas di malam hari. Jalan yang biasanya ramai menjadi lumpuh total karena tertutup genangan air.
Selain menghambat mobilitas, genangan air juga meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi pengendara yang nekat melintas di tengah kondisi banjir yang cukup dalam. Beberapa warga terlihat membantu mengarahkan kendaraan agar tidak terjebak atau terseret arus.
Baca Juga: Banjir Datang Lagi! Pante Ceureumen Kembali Terendam, Aktivitas Lumpuh!
Warga Dievakuasi, Rumah Terendam Banjir
Banjir yang terjadi turut merendam sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter, cukup untuk mengganggu aktivitas di dalam rumah. Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dan perabotan rumah tangga agar tidak rusak. Proses evakuasi dilakukan secara bergotong-royong dengan bantuan tetangga sekitar, menunjukkan solidaritas masyarakat di tengah bencana.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah mereka. Proses evakuasi dilakukan secara mandiri dengan bantuan dari tetangga sekitar yang turut bahu-membahu. Beberapa warga juga memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerusakan.
Kondisi kebersamaan terlihat jelas di tengah situasi darurat ini, di mana warga saling membantu untuk meminimalkan kerugian akibat banjir yang datang secara tiba-tiba. Sejumlah warga tampak bergotong-royong mengangkat perabotan berat dan menyelamatkan dokumen penting dari dalam rumah.
Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu Utama
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras disertai angin kencang terjadi selama kurang lebih 2,5 jam tanpa henti. Intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama meningkatnya debit air secara cepat. Selain itu, lokasi Setu Pedongkelan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air tidak mampu menahan volume yang meningkat drastis, sehingga air meluap ke permukiman dan ruas jalan sekitar.
Selain itu, lokasi Setu Pedongkelan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air turut mengalami peningkatan volume yang signifikan, sehingga tidak mampu lagi menahan aliran air.
Akibatnya, air meluap ke pemukiman warga dan jalan sekitar, memicu banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya sistem drainase yang memadai di kawasan rawan banjir.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari radarbogor.jawapos.com