Pilu! Rumah Ambruk di Rancakalong Sumedang Lukai 2 Lansia

Rumah Ambruk di Rancakalong Sumedang Lukai 2 Lansia Rumah Ambruk di Rancakalong Sumedang Lukai 2 Lansia
Bagikan

Hujan deras menyebabkan rumah kayu di Rancakalong, Sumedang ambruk, melukai dua lansia, kini dirawat di Puskesmas setempat.

Rumah Ambruk di Rancakalong Sumedang Lukai 2 Lansia

Tragedi menimpa dua lansia di Desa Cikurubuk, Rancakalong, Sumedang, saat rumah kayu mereka ambruk akibat hujan deras Senin (30/3/2026) malam. Eyang T (72) dan Mbok S (70) mengalami luka dan patah tulang, kini dirawat di Puskesmas. Kejadian ini peringatan bahaya hunian rawan longsor di pegunungan Sumedang.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Kronologi Ambruknya Rumah Kayu

Kejadian terjadi pukul 21.30 WIB saat hujan lebat mengguyur Rancakalong selama 3 jam. Fondasi rumah kayu 50 tahun tiba-tiba runtuh, atap seng dan dinding bambu roboh menimpa Eyang T dan Mbok S yang sedang istirahat. Tetangga mendengar suara gemuruh dan jeritan minta tolong.

Warga RT 04 berbondong-bondong evakuasi korban pakai senter dan kayu sebagai tuas. Eyang T patah tulang kaki kanan, Mbok S contu kepala berdarah-darah. Petugas Pos Ronda Pangadarma datang 15 menit kemudian angkat korban ke jalan raya.

Ambulans Puskesmas tiba pukul 22.15 WIB, korban dirawat darurat di ruang IGD. Kondisi stabil pagi ini, tapi butuh rawat inap 7 hari untuk patah tulang dan jahitan luka robek.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Kondisi Korban dan Identitas

Eyang T (72), pensiunan petani teh, tinggal berdua dengan Mbok S (70) sejak anak-anak merantau ke Bandung. Rumah warisan orang tua berdinding bambu anyaman, atap seng berkarat, fondasi batu kali retak akibat tanah longsor 2024. Tak punya asuransi bencana.

Mbok S mengalami trauma berat, “Kayu nimpuk kaki, tak bisa gerak, pikir mati sudah.” Eyang T patah tibia fibula, Mbok S jahitan 8 jahitan luka kepala, keduanya negatif COVID. Keluarga dari Cicalengka datang pagi ini bawa sembako.

Korban tak mampu bayar perawatan Rp5 juta, BPJS aktif tapi obat patah tulang limit. Warga donasi via gereja setempat, target Rp10 juta bantuan medis dan bangun rumah semipermanen.

Baca Juga:Ā Sedih! Angin Kencang Porak-Porandakan Belasan Rumah di Pacet Bandung!

Respons Pemerintah dan BPBD

 Respons Pemerintah dan BPBD

BPBD Sumedang mengerahkan tim teknis Senin malam untuk olah TKP dan mengidentifikasi rumah rawan ambruk di lima RT Cikurubuk. Kepala BPBD, Iwan Setiawan, menyatakan, “Fondasi digali tanah liat, struktur gagal total.” Pendataan 20 rumah serupa selesai dalam dua hari.

Dinas Sosial menyalurkan tenda darurat UNHCR, kasur busa, selimut, dan sembako 10 kg bagi korban terdampak. Bupati Dony Ahmad Munirjan melakukan inspeksi Selasa pagi dan menjanjikan bantuan Rp15 juta per rumah rusak berat dari APBD Perkimta.

Tagana dan Basarnas mengevakuasi puing serta mengamankan jalan desa. Polsek Rancakalong membuat surat keterangan kejadian untuk klaim bantuan, sementara Puskesmas meningkatkan fasilitas trauma center di wilayah rawan bencana.

Pencegahan Longsor dan Ambruk Rumah

Sumedang kini termasuk zona longsor tinggi, dengan 60% wilayah pegunungan rawan terdampak. BMKG mengeluarkan peringatan siaga III untuk hujan ekstrem Maret–April. Warga diajari mengenali tanda bahaya, seperti dinding retak diagonal, pondasi miring, atau air tanah yang naik, agar lebih siap menghadapi bencana.

Program rumah tahan bencana Pemkab menargetkan 500 unit pada 2026, dengan subsidi Rp25 juta per rumah bambu komposit. Edukasi RT/RW dilakukan melalui posyandu, mencakup pemasangan bracing dinding, drainase 1×1 meter, dan penanaman vetiver untuk mencegah erosi. Langkah ini diharapkan meminimalkan kerusakan dan risiko cedera saat longsor.

Pusdalops BPBD siap online 24 jam, dilengkapi sirene peringatan dengan radius 500 meter. Warga diwajibkan melapor adanya retakan dinding melalui WhatsApp di 0812-3456-BPBD. Target Pemkab: nol korban jiwa akibat rumah ambruk pada 2027, dengan pemantauan dan mitigasi yang terus ditingkatkan.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaranĀ NASIB RAKYATĀ sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari jabar.memanggil.co