Banjir setinggi 1 meter melanda Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol.
Puluhan rumah warga terendam, memaksa mereka mengungsi ke lokasi aman. Tiga titik tanggul jebol akibat debit air tinggi dari hujan di hulu, menggenangi permukiman hingga menyebabkan kerugian material dan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di NASIB RAKYAT.
Tanggul Tuntang Jebol, Banjir Serbu Warga Demak
Banjir besar melanda kawasan permukiman warga di Desa Trimulyo dan Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Peristiwa ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang tidak mampu menahan tingginya debit air.
Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 3 April 2026 sekitar siang hari. Air dengan cepat meluap dan masuk ke permukiman warga, menyebabkan genangan yang cukup tinggi hingga mencapai sekitar satu meter di dalam rumah.
Situasi ini membuat warga terkejut dan panik karena air datang secara tiba-tiba. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, sementara sebagian lainnya berupaya menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Debit Air Tinggi dari Hulu Jadi Pemicu Utama
Perangkat Desa Trimulyo, Rofiq, menjelaskan bahwa tanggul Sungai Tuntang jebol sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya, tanggul tidak mampu menahan tekanan air yang meningkat drastis akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Ia menuturkan bahwa curah hujan di wilayah setempat sebenarnya tidak terlalu berdampak besar terhadap kondisi sungai. Namun, hujan deras yang terjadi di daerah atas seperti Kedungjati, Kabupaten Grobogan, menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan debit air.
Aliran air dari hulu tersebut mengalir deras menuju Sungai Tuntang hingga akhirnya menyebabkan tekanan berlebih pada tanggul. Kondisi ini membuat tanggul tidak kuat menahan beban air dan akhirnya jebol di beberapa titik sekaligus.
Baca Juga: Viral! Jalur KA Hilir Grobogan Terendam Banjir, 8 Perjalanan Terpaksa Dibatalkan!
Tanggul Jebol di 3 Titik, Puluhan RT Terendam
Berdasarkan data sementara, terdapat tiga titik tanggul yang jebol, yakni dua titik di Desa Trimulyo dan satu titik di wilayah Sidoharjo. Kerusakan tanggul ini memiliki lebar bervariasi, bahkan mencapai hingga 15 meter di titik terparah.
Di Desa Trimulyo, tanggul yang jebol di RT 1 RW 4 memiliki lebar sekitar 10 meter, sementara di RT 1 RW 5 mencapai sekitar 15 meter. Kondisi ini mempercepat masuknya air ke kawasan permukiman warga secara masif.
Dampaknya, sejumlah wilayah mengalami banjir cukup parah. Di RW 3 terdapat empat RT yang terdampak penuh, RW 4 sebanyak enam RT, RW 5 tiga RT, RW 6 lima RT, serta RW 2 tiga RT yang ikut terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter di dalam rumah.
Warga Mengungsi, Banjir Masih Menggenang
Akibat banjir yang semakin meluas, warga terpaksa mengungsi ke daerah yang lebih aman, termasuk ke desa-desa sekitar yang tidak terdampak langsung. Mereka meninggalkan rumah dengan membawa barang seadanya demi keselamatan.
Hingga saat ini, kondisi banjir dilaporkan masih stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Debit air Sungai Tuntang yang masih tinggi membuat air terus mengalir masuk ke kawasan permukiman warga.
Pihak desa masih melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak maupun yang mengungsi. Warga berharap air segera surut agar mereka dapat kembali ke rumah dan mulai membersihkan sisa-sisa banjir serta melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari regional.kompas.com