Fenomena tanah gerak di Semarang rusak rumah warga, memaksa puluhan keluarga bertahan dua bulan di tenda pengungsian darurat.
Fenomena tanah gerak melanda Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, sejak awal Februari 2026, merusak 15 rumah warga, empat roboh total. Puluhan keluarga, 63 jiwa, terpaksa mengungsi di tenda darurat selama dua bulan. Hingga April 2026, warga bertahan menunggu solusi relokasi permanen Pemkot Semarang.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ NASIB RAKYAT.
Kondisi Rumah Retak Parah
Tanah gerak creeping sejak 5 Februari picu retakan memanjang hingga 2 meter di dinding rumah kayu Bu Suyati. Tanah bergeser 2 meter dalam seminggu, atap roboh, kandang ayam ikut amblas. Total 15 KK terdampak, 3 rumah rata tanah tak bisa diperbaiki.
RT 07 RW 01 paling parah, patahan tanah menganga 50 cm lebar. Rumah Pak Supriyadi roboh 10 Februari, dinding kayu miring 45 derajat. Warga tak berani pulang ambil barang takut longsor total, listrik padam permanen.
Hujan deras intensitas 150 mm/hari sebabkan tanah lempung jenuh air. BPBD catat pergerakan 5 cm/hari, georadar tunjuk zona rawan 2 Ha. Warga tinggalkan sawah dan ternak, ekonomi harian lumpuh total.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Kehidupan di Tenda Pengungsian
Pengungsian darurat seluas 500 m² disiapkan Pemkot pada 12 Februari, berjarak 150 meter dari zona bahaya. Sebanyak 63 warga menempati 15 tenda tarpaulin ukuran 4×6 meter lengkap kasur lipat, tikar, dan kelambu. Dua bulan bertahan di lokasi, beberapa anak kecil mengalami ISPA akibat kondisi lembab dan sirkulasi udara terbatas.
Menu harian dari Dinas Sosial mencakup beras 10 kg per KK, telur rebus, dan tempe goreng. Jamban darurat tersedia lima bilik, sementara pasokan air PDAM disuplai 20 tangki per hari. Posko kesehatan rutin memeriksa tensi warga, dan trauma anak diatasi oleh konselor psikolog setiap minggu, termasuk kegiatan permainan edukatif untuk mengurangi stres.
Bu Sri Darningsih mengeluhkan minimnya privasi, “Mandi terbuka membuat malu, anak saya tak bisa sekolah selama enam minggu.” Listrik dari genset hanya menyala lima jam per malam, ditambah sinyal HP lemah mengganggu belajar online. Meski demikian, warga saling bergotong royong memasak dan menjaga kebersihan, memperkuat solidaritas di tengah kesulitan.
Baca Juga:Ā Tragedi Tanah Gerak di Semarang, Puluhan Warga Bertahan di Pengungsian
Respons Pemkot dan BPBD
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng tinjau 15 Februari, janji lahan relokasi huntara 2 bulan. Ekskavator ratakan lahan basah, pasang got drainase 500 meter cegah air hujan. Anggaran Rp2 miliar bantuan sementara 15 KK.
BPBD Jateng koordinasi pemetaan risiko detail via drone thermal. Dini Inayati minta kajian geoteknik mendalam, zona merah Jangli tak boleh dihuni permanen. Relokasi tunggu Pemkot cari lahan aman 5 Ha.
Satpol PP pasang garis polisi zona bahaya, larang warga masuk ambil barang. Program trauma healing dongeng dan mewarnai anak, posyandu darurat vaksin campak. Dinas Sosial salur 50 paket hygiene kit sabun dan masker.
Tantangan Relokasi dan Masa Depan
Dua bulan pengungsian membuat warga menghabiskan dana pribadi hingga Rp3 juta per keluarga. Bantuan BLT bencana Rp2 juta per KK tertunda karena proses verifikasi KTP. Pemkot menargetkan hunian sementara permanen siap Mei 2026, sementara warga menerima kontrak sewa rumah aman Rp1 juta per bulan untuk tetap tinggal sementara.
Upaya mitigasi jangka panjang terus dilakukan, seperti pemasangan bronjong bambu sepanjang 1 km di Sungai Citarum dan penanaman 5.000 bibit vetiver grass untuk mencegah erosi. Warga juga diedukasi membangun rumah panggung setinggi 2 meter sesuai standar aman bencana, sementara kawasan Jangli ditetapkan sebagai zona hijau tanpa permukiman.
Warga berharap solusi cepat, karena survei menunjukkan 90 persen takut kembali ke rumah yang retak. Program Semarang Tangguh Bencana melatih 100 relawan RT agar siap tanggap longsor dalam 15 menit. Solidaritas antarwarga tetap menjadi penopang mental di tengah duka dan ketidakpastian.
Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaranĀ NASIB RAKYATĀ sumber informasi terkini yang selalu terupdate.
- Gambar Utama dari bitvonline.com
- Gambar Kedua dari waspada.id