Bandar Lampung Kembali Lumpuh Akibat Banjir, Warga Terjebak Kepanikan!

Akibat Banjir, Warga Terjebak Kepanikan! Akibat Banjir, Warga Terjebak Kepanikan!
Bagikan

Kota Bandar Lampung kembali dilanda banjir yang menyebabkan sejumlah wilayah lumpuh dan aktivitas warga terganggu parah.

Akibat Banjir, Warga Terjebak Kepanikan!

Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari membuat air dengan cepat merendam pemukiman hingga jalan utama. Warga dilaporkan panik karena kondisi air terus naik dan beberapa akses jalan terputus. Situasi ini membuat banyak pengendara terjebak dan aktivitas harian terhenti.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Banjir Lagi di Bandar Lampung, Aktivitas Lumpuh

Kota Bandar Lampung kembali dilanda banjir pada Selasa (14/4/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari. Genangan air terlihat merendam sejumlah pemukiman warga hingga ruas jalan protokol, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di ibu kota Provinsi Lampung ini.

Sejumlah kawasan terdampak banjir cukup parah, mulai dari Tanjungkarang Pusat, Kedaton, Enggal, Tanjung Senang, hingga Way Halim. Warga di wilayah tersebut harus berjuang menghadapi genangan air yang terus meningkat, terutama di daerah yang memiliki sistem drainase kurang optimal.

Banjir yang terjadi kali ini bukan yang pertama, sehingga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan tiba.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Air Sepinggang, Jalan Utama Lumpuh

Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan cukup tinggi hingga mencapai sepinggang orang dewasa. Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah kawasan pertigaan RSUD Abdul Moeloek yang menjadi salah satu jalur vital di kota tersebut.

Genangan air di lokasi ini bahkan hampir menenggelamkan kendaraan, sehingga membuat arus lalu lintas terganggu. Banyak pengendara terpaksa memutar arah atau menunggu hingga air surut demi menghindari risiko kendaraan mogok.

Informasi mengenai kondisi banjir ini juga menyebar cepat melalui media sosial dan aplikasi perpesanan. Salah satu pesan yang beredar mengimbau warga untuk menghindari jalur tersebut karena banjir hampir setinggi setengah badan mobil.

Baca Juga: DARURAT! Ratusan Rumah di Muara Enim Terendam Banjir Hingga 1 Meter

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi dampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bandar Lampung. Peringatan ini disampaikan pada Selasa malam sekitar pukul 19.39 WIB.

Menurut BMKG, curah hujan yang tinggi berpotensi meningkatkan debit air permukaan secara signifikan. Hal ini dapat memicu terjadinya genangan air, terutama di wilayah dataran rendah, sekitar aliran sungai kecil, dan kawasan dengan sistem drainase yang tidak memadai.

BMKG juga menetapkan status “AWAS” sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan potensi bahaya di berbagai wilayah terdampak.

Wilayah Luas Terdampak, Warga Diminta Waspada

Sejumlah kecamatan dilaporkan terdampak banjir, di antaranya Kedaton, Kemiling, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Panjang, hingga Telukbetung Selatan dan Utara. Selain itu, wilayah Rajabasa, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim, dan sekitarnya juga mengalami kondisi serupa.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa genangan air, tetapi juga meningkatnya debit sungai, jalan menjadi licin, serta jarak pandang yang menurun. Kondisi ini tentu berbahaya, terutama bagi pengendara dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Warga diminta menghindari daerah rendah saat hujan, memastikan saluran air di sekitar rumah berfungsi baik, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari lampung77.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.co