Puluhan Hektare Sawah Aceh Utara Terbengkalai! Lumpur Banjir dan Irigasi Jadi Penghambat Serius

Lumpur Banjir dan Irigasi Jadi Penghambat Serius Lumpur Banjir dan Irigasi Jadi Penghambat Serius
Bagikan

Puluhan hektare sawah di Kabupaten Aceh Utara terbengkalai akibat dampak banjir yang meninggalkan lumpur tebal serta belum berfungsinya sistem irigasi.

Lumpur Banjir dan Irigasi Jadi Penghambat Serius

Kondisi ini membuat petani tidak dapat menggarap lahan mereka seperti biasa dan terancam kehilangan musim tanam. Kerusakan infrastruktur pertanian semakin memperparah keadaan, sementara upaya perbaikan masih dinantikan.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Ratusan Hektare Sawah Aceh Utara Terendam Banjir

Sekitar 90 hektare sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak lagi dapat digarap oleh petani. Kondisi ini terjadi setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2024 meninggalkan endapan lumpur tebal di area persawahan.

Dari total sekitar 120 hektare lahan sawah di Desa Ulee Meuria, sebagian besar kini mengalami kerusakan berat. Lumpur yang belum dibersihkan membuat lahan tidak lagi produktif dan sulit untuk kembali ditanami dalam waktu dekat.

Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas pertanian warga yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil panen padi. Banyak petani terpaksa menghentikan aktivitas pengolahan sawah karena kondisi lahan yang belum layak digunakan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Irigasi Belum Berfungsi Perparah Kondisi Pertanian

Selain dampak banjir, persoalan lain yang memperburuk keadaan adalah belum berfungsinya Bendungan Irigasi Krueng Pase. Meskipun secara fisik telah selesai diperbaiki, saluran air belum dapat digunakan secara optimal. Akibatnya, pasokan air ke area persawahan menjadi terhambat sehingga petani kesulitan mengolah lahan mereka seperti biasa.

Akibatnya, petani tidak memiliki pasokan air yang cukup untuk mengolah sawah mereka. Kondisi ini membuat lahan yang sebenarnya sudah diperbaiki tetap tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Jika pun petani memaksakan diri turun ke sawah, mereka menghadapi risiko gagal panen. Lumpur yang masih menumpuk serta ketiadaan air irigasi membuat hasil pertanian dikhawatirkan akan sangat rendah.

Baca Juga: Akhirnya Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Segera Turun, Ini Jadwal dan Cara Ceknya

Warga Menanti Tindakan Pemerintah

Warga Menanti Tindakan Pemerintah

Sekretaris Desa Ulee Meuria, Fakhri, menyampaikan bahwa kondisi ini sudah dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah perbaikan signifikan di wilayah mereka. Ia menambahkan, warga mulai merasa khawatir karena kerusakan lahan pertanian belum juga ditangani secara serius.

Ia menambahkan bahwa beberapa kecamatan lain sudah mulai mendapatkan perbaikan lahan sawah pascabanjir. Sementara itu, Kecamatan Meurah Mulia masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Warga berharap Kementerian Pertanian RI dapat mempercepat proses pemulihan lahan pertanian di wilayah mereka. Tanpa bantuan segera, kondisi ekonomi petani dikhawatirkan semakin terpuruk.

Respons Pemerintah dan Tahapan Perbaikan Sawah

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Erwandi, menjelaskan bahwa tahap awal perbaikan sawah sudah mulai dilakukan. Program ini merupakan kerja sama antara TNI AD dan Kementerian Pertanian RI. Perbaikan tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir.

Pada tahap pertama, perbaikan difokuskan di beberapa kecamatan seperti Sawang, Muara Batu, Dewantara, dan Langkahan. Sementara itu, Kecamatan Meurah Mulia masih menunggu giliran pada tahap berikutnya.

Dari total 18.316 hektare sawah yang terdampak banjir, Aceh Utara mendapatkan alokasi perbaikan seluas 1.093 hektare. Pemerintah daerah meminta masyarakat, khususnya petani, untuk tetap bersabar menunggu proses pemulihan secara bertahap.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari waspada.id