DARURAT! Banjir di Pati Tak Kunjung Surut, Warga Tak Bisa Beraktivitas

Banjir di Pati Tak Kunjung Surut, Warga Tak Bisa Beraktivitas Banjir di Pati Tak Kunjung Surut, Warga Tak Bisa Beraktivitas
Bagikan

Banjir yang melanda wilayah Pati belum juga surut hingga membuat aktivitas warga lumpuh akibat tingginya genangan di permukiman.

Banjir di Pati Tak Kunjung Surut, Warga Tak Bisa Beraktivitas

Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga Senin (25/5/2026) belum surut. Di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, air terus meningkat akibat hujan deras dan tanggul jebol hingga merendam permukiman serta memutus akses jalan warga. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan sejumlah warga kesulitan beraktivitas sehari-hari.

Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya diĀ .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Banjir Kembali Meninggi Pada 25 Mei 2026

Kondisi banjir di Kabupaten Pati kembali memburuk pada Senin (25/5/2026). Di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, debit air dilaporkan terus meningkat hingga merendam sebagian besar kawasan permukiman warga. Genangan air yang semakin tinggi membuat aktivitas masyarakat terganggu secara total.

Sebelumnya, warga sempat melihat tanda-tanda banjir mulai surut pada Minggu (24/5/2026) malam. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena hujan deras kembali turun dengan intensitas tinggi. Air yang sempat menurun kembali meluap dan masuk ke area permukiman warga.

Selain faktor hujan deras, jebolnya tanggul juga disebut menjadi penyebab utama meningkatnya debit air di wilayah terdampak. Luapan air dari tanggul yang rusak membuat banjir semakin sulit dikendalikan dan meluas ke berbagai titik di desa.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Ratusan Rumah dan Ribuan Warga Terdampak

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 400 rumah warga terendam banjir akibat tingginya genangan air di Desa Ketitangwetan. Kondisi tersebut membuat warga tidak dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya karena sebagian besar lingkungan permukiman masih dipenuhi air.

Tidak hanya rumah warga, banjir juga berdampak pada lebih dari 1.000 warga di wilayah tersebut. Banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan akibat genangan yang cukup tinggi.

Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga hampir satu meter di titik terdalam. Kondisi tersebut membuat warga harus ekstra berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lingkungan yang masih tergenang banjir.

Baca Juga:Ā Darurat! Banjir Dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Sukabumi, Simpenan Terparah

Aktivitas Warga Lumpuh Total

 Aktivitas Warga Lumpuh Total

Genangan banjir yang terus meningkat membuat aktivitas masyarakat di Desa Ketitangwetan praktis lumpuh total. Warga tidak dapat menjalankan pekerjaan maupun kegiatan sehari-hari secara normal karena sebagian besar akses masih terendam air.

Sebagian warga bahkan terpaksa berjalan kaki menerobos banjir untuk membeli kebutuhan pokok. Kondisi tersebut dilakukan karena akses kendaraan tidak dapat digunakan di sejumlah ruas jalan desa yang masih tertutup genangan air cukup tinggi.

Seorang warga Desa Ketitangwetan, Suroso, mengatakan banjir yang terjadi terus mengalami peningkatan. Menurutnya, genangan di beberapa titik mencapai sekitar 50 sentimeter, sementara di lokasi terdalam hampir mencapai satu meter sehingga sangat mengganggu aktivitas warga.

Delapan Desa di Empat Kecamatan Ikut Terdampak

Banjir tidak hanya melanda Kecamatan Batangan, tetapi juga merendam sejumlah wilayah lain di Kabupaten Pati. Sedikitnya delapan desa di empat kecamatan terdampak genangan air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Ketitangwetan dan Desa Raci di Kecamatan Batangan, Desa Tanjunganom di Kecamatan Gabus, Desa Tunggulsari di Kecamatan Tayu, serta Desa Panggungroyom, Ngurensiti, Sukoharjo, dan Jontro di Kecamatan Wedarijaksa.

Warga kini khawatir banjir akan semakin meluas apabila hujan deras terus terjadi. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat, termasuk memperbaiki tanggul yang jebol serta menyediakan pompa air portabel untuk mempercepat penyedotan genangan menuju sungai terdekat.

Dapatkan berita viral, trending, tentang rakyat paling menarik lainnya, eksklusif hanya di seputaranĀ NASIB RAKYATĀ sumber informasi terkini yang selalu terupdate.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari beritasatu.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.com