Daerah Dilanda Bencana, Mendagri Minta Pemda Perkuat Gotong Royong

Daerah Dilanda Bencana, Mendagri Minta Pemda Perkuat Gotong Royong Daerah Dilanda Bencana, Mendagri Minta Pemda Perkuat Gotong Royong
Bagikan

Mendagri Tito Karnavian mengajak Pemda memperkuat gotong royong untuk membantu daerah terdampak bencana sebagai bentuk solidaritas antardaerah di Indonesia.

Daerah Dilanda Bencana, Mendagri Minta Pemda Perkuat Gotong Royong

Ia menilai tidak ada daerah yang benar-benar terbebas dari ancaman bencana. Kondisi Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi, wilayah laut yang luas, serta sungai dalam jumlah besar membuat potensi bencana tersebar di berbagai wilayah. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Indonesia Punya Risiko Bencana di Banyak Wilayah

Tito menjelaskan kondisi geografis Indonesia membuat pemerintah harus siap menghadapi bencana yang bisa muncul kapan saja. Ancaman tersebut tidak hanya datang dari satu jenis bencana, tetapi dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan lokasi.

Karena itu, penanganan bencana membutuhkan kerja sama yang melibatkan banyak pihak. Pemda yang memiliki sumber daya lebih dapat ikut membantu daerah lain ketika masyarakat di wilayah tersebut sedang menghadapi kondisi sulit.

“Bencana bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Di sini kita memerlukan kegotongroyongan,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Mendagri Apresiasi Pemda yang Turun Membantu

Pernyataan tersebut Tito sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali. Kegiatan itu berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (28/8).

Dalam kesempatan tersebut, Tito memberikan apresiasi kepada sejumlah Pemda yang telah menyalurkan bantuan untuk daerah terdampak bencana. Bantuan itu antara lain mengalir ke sejumlah wilayah di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tito juga menyebut beberapa kepala daerah memilih datang langsung ke lokasi bencana. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian dan solidaritas antarpemerintah daerah.

“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan (kepala daerah),” ujar Tito.

Baca Juga: Ramai Data Desil Bermasalah, BPS Didesak Buka-Bukaan Lewat Audit Nasional

Bantuan Tak Harus Selalu dalam Jumlah Besar

Tito menekankan bahwa kemampuan setiap daerah tentu berbeda. Karena itu, Pemda tidak perlu menunggu memiliki anggaran atau bantuan dalam jumlah besar untuk ikut membantu wilayah yang terkena bencana.

Menurutnya, bantuan kecil dari satu daerah dapat menjadi sangat berarti ketika banyak Pemda melakukan hal serupa. Semangat bersama tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses penanganan di lapangan.

Ia berharap kerja sama semacam ini tidak hanya muncul ketika bencana besar terjadi. Solidaritas antardaerah, kata Tito, perlu menjadi kebiasaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Solidaritas Antardaerah Perlu Jadi Tradisi

Tito ingin budaya saling membantu antardaerah terus terjaga. Menurutnya, pola kerja sama tersebut bisa menjadi kekuatan tambahan ketika suatu daerah menghadapi keterbatasan dalam menangani dampak bencana.

“Jadi sekali lagi ini solidaritas kita saling membantu antardaerah ketika terjadi bencana ini kiranya dapat menjadi tradisi kita dan itu sangat bermanfaat, jujur sangat bermanfaat bagi daerah-daerah terdampak,” pungkasnya.

Semangat gotong royong juga dapat memperkuat hubungan antara pemerintah daerah. Ketika satu wilayah menghadapi masalah, daerah lain bisa ikut mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki.

Pemerintah Pusat Ikut Perkuat Dukungan Anggaran

Selain mendorong bantuan dari Pemda, Tito menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus memberikan dukungan untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera dan NTT.

Dukungan tersebut mencakup anggaran untuk membantu kebutuhan penanganan bencana. Pemerintah pusat juga memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk wilayah Sumatera.

Sementara untuk NTT, Presiden memberikan dukungan anggaran melalui tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT). Total tambahan anggaran tersebut mencapai Rp200 miliar.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan kerja sama antardaerah, penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Tito menilai kolaborasi seperti ini penting agar masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit seorang diri.