Duka menyelimuti keluarga dua anak yang meninggal setelah terseret arus Sungai Batang Nareh, Pilubang, Padang Pariaman, saat mandi bersama teman sepulang sekolah.
Kabar duka itu mengundang perhatian masyarakat setempat. Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. atau Bupati JKA kemudian mendatangi rumah keluarga korban bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Azis serta jajaran perangkat daerah pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Bupati JKA Datang Langsung ke Rumah Duka
Bupati JKA dan rombongan mendatangi dua rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang dirasakan keluarga sekaligus memberikan dukungan di tengah suasana penuh kesedihan.
Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Bupati JKA menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia berharap kedua anak tersebut mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan.
“Ini adalah musibah yang tentu sangat berat bagi keluarga. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Bupati JKA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bantuan Diberikan kepada Keluarga Korban
Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati JKA bersama Ny. Nita Azis juga memberikan bantuan kepada keluarga korban. Mereka menyerahkan kebutuhan bahan pokok serta santunan uang kepada masing-masing orang tua di dua rumah duka.
Bupati menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian pemerintah. Menurutnya, langkah itu mencerminkan kepedulian dan kebersamaan pemerintah bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika masyarakat kita mengalami musibah,” katanya.
Baca Juga: Daerah Dilanda Bencana, Mendagri Minta Pemda Perkuat Gotong Royong
Tiga Anak Terseret Arus Saat Mandi
Musibah terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga anak berusia sekitar 10 tahun mandi di Sungai Batang Nareh bersama empat teman mereka setelah pulang sekolah.
Situasi berubah ketika arus sungai menguat seiring kondisi air pasang. Tiga anak kemudian terseret arus hingga menghilang dari pandangan. Warga yang mengetahui kejadian langsung bergerak mencari dan memberikan pertolongan.
Warga berhasil menyelamatkan seorang anak berinisial N dan membawanya ke tempat aman. Sementara itu, arus membawa F dan Z sehingga warga bersama tim SAR gabungan harus melakukan pencarian di sepanjang sungai.
Tim SAR Temukan Dua Korban dalam Pencarian
Tim menemukan korban F sekitar pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Petugas kemudian mengevakuasi korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Pencarian terhadap Z berlanjut hingga Jumat pagi. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Nareh untuk menemukan korban.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tim menemukan Z sekitar pukul 11.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Petugas menemukan korban sekitar 300 meter dari lokasi awal ia dinyatakan tenggelam, kemudian mengevakuasinya untuk diserahkan kepada keluarga.
Bupati Minta Orang Tua Lebih Awasi Anak
Peristiwa tersebut mendorong Bupati JKA mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di luar rumah.
Ia meminta orang tua tidak membiarkan anak bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi arus, cuaca, dan ketinggian air juga perlu menjadi pertimbangan sebelum anak mendekati sungai.
“Musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengajak para orang tua untuk terus berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Jangan biarkan anak bermain di tempat-tempat yang berisiko, termasuk mandi di sungai tanpa pengawasan,” tegasnya.
Bupati menilai keselamatan anak membutuhkan perhatian orang tua sekaligus kepedulian lingkungan. Keluarga dan masyarakat dapat saling mengingatkan ketika melihat anak bermain di lokasi yang memiliki risiko.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mari kita jaga bersama. Sekecil apa pun potensi bahaya, harus kita antisipasi. Jangan sampai kelengahan sesaat berujung pada penyesalan seumur hidup,” pesan Bupati.
Bupati JKA juga mengapresiasi masyarakat, SAR, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang membantu proses pertolongan hingga pencarian korban. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengingatkan masyarakat agar memeriksa kondisi sungai sebelum beraktivitas, terutama ketika arus menguat, air keruh, atau debit meningkat.