Masalah Umum PIP, Data Tidak Sinkron Hingga Rekening Tidak Aktif

Masalah Umum PIP, Data Tidak Sinkron Hingga Rekening Tidak Aktif
Bagikan

Bantuan PIP sering tertunda akibat masalah umum seperti data siswa yang tidak sinkron antara DTKS, Dapodik, dan sistem PIP, status SK.

Masalah Umum PIP, Data Tidak Sinkron hingga Rekening Tidak Aktif

Orang tua dan siswa perlu memastikan identitas lengkap, cek status penerimaan secara online, dan mengikuti prosedur pencairan yang benar. Panduan ini membantu memahami kendala penyaluran dana PIP serta langkah-langkah yang bisa dilakukan.

Simak dan ikutinterus informasi terbaru tentang dana PIP yang kujung belum masuk hanya ada di NASIB RAKYAT

Informasi Penerima dan Status SK PIP

Salah satu alasan utama bantuan PIP tak kunjung diterima adalah karena nama siswa belum tercantum dalam. Surat Keputusan (SK) Pemberian PIP tahun berjalan. Banyak orang tua mengira jika pernah menerima PIP di tahun sebelumnya, otomatis akan dapat lagi, padahal penetapan penerima dilakukan ulang setiap tahun.

Masalah lain muncul ketika data siswa tidak sinkron antara DTKS, Dapodik, dan sistem PIP, misalnya NIK salah, nama tidak sesuai KK, atau NISN keliru. Ketidaksesuaian ini membuat sistem menolak atau menunda penyaluran dana meskipun siswa merasa memenuhi syarat.

Selain itu, ada siswa yang masih berada di status SK nominasi. Artinya baru calon penerima dan belum masuk SK Pemberian final. Dalam kondisi ini, orang tua sering mengira bantuannya tertahan, padahal proses administrasi di pusat belum selesai atau belum masuk jadwal termin pencairan.​

Akun Bank Tidak Aktif dan Kendala Teknis

Faktor lain yang sering menjadi penghambat adalah rekening bank siswa yang tidak aktif. Berbeda dengan data di sistem, atau belum pernah diaktivasi. Untuk PIP, umumnya digunakan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di bank penyalur seperti BRI, BNI, atau BSI. Jika siswa ganti rekening tanpa pembaruan data, atau lama tidak digunakan hingga dormant.

Ada pula kasus di mana dana sebenarnya sudah cair dan masuk rekening, tetapi belum ditarik karena orang tua tidak tahu jadwal atau prosedur pencairan. Jika dalam jangka waktu tertentu dana tidak diambil, uang bantuan bisa dikembalikan ke kas negara sesuai aturan.

Masalah teknis di bank, seperti antrian aktivasi massal, keterlambatan sinkronisasi data, atau kesalahan input nomor rekening juga bisa memperlambat proses. Di tingkat lapangan, kurangnya sosialisasi dari sekolah dan bank penyalur membuat keluarga penerima bingung harus mengecek ke mana dan membawa berkas apa.​

Baca Juga: Kenaikan Harga Sembako, Dampaknya Terasa di Kehidupan Sehari-hari

Perubahan Standar dan Tren Data Sosial

Perubahan Standar dan Tren Data Sosial

Program PIP menyasar siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin yang datanya terintegrasi dengan. DTKS dan program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Jika kondisi ekonomi keluarga dianggap membaik atau tidak lagi tercatat sebagai keluarga miskin di DTKS. Nama siswa bisa keluar dari prioritas penerima meski pernah menerima sebelumnya.​

Selain status ekonomi, pemerintah juga memberi prioritas pada kategori khusus seperti yatim piatu, korban bencana, atau anak dari keluarga yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Jika siswa tidak termasuk kategori prioritas dan kuota terbatas, usulan dari sekolah bisa saja tidak terakomodasi di SK tahun berjalan.

Di sisi lain pengetatan regulasi dan verifikasi lintas kementerian untuk mencegah manipulasi data juga membuat proses penetapan penerima lebih ketat dan cenderung lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Siswa

Untuk mengetahui alasan pasti bantuan PIP belum diterima, orang tua dan siswa disarankan melakukan beberapa langkah sederhana. Pertama, cek status penerimaan melalui situs resmi PIP dengan memasukkan NISN. Tanggal lahir, dan nama ibu kandung, atau menanyakan langsung ke operator sekolah.

Kedua, pastikan seluruh data identitas seperti NIK, NISN, nama lengkap, dan tanggal lahir sudah sesuai dengan dokumen resmi dan terekam di Dapodik serta DTKS. Jika ada perbedaan, segera minta sekolah memperbaiki data dan mengusulkannya pada pembaruan berikutnya.

Simak dan ikuti terus informasi menarik yang kami berikan setiap hari tentunya terupdate dan terpercaya hanya di NASIB RAKYAT.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari banjoo.id/blog
  2. Gambar Kedua dari www.poskota.co.id