Jakarta Dilanda Musibah Bertubi-tubi, Masjid Al-Azhar Sampai Gelar Istisqa

Jakarta Dilanda Musibah Bertubi-tubi, Masjid Al-Azhar Sampai Gelar Istisqa Jakarta Dilanda Musibah Bertubi-tubi, Masjid Al-Azhar Sampai Gelar Istisqa
Bagikan

Masjid Agung Al-Azhar Jakarta menggelar salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah kekeringan dan musibah yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Jakarta Dilanda Musibah Bertubi-tubi, Masjid Al-Azhar Sampai Gelar Istisqa

Pengurus Masjid Agung Al-Azhar tidak hanya mengajak jemaah untuk berdoa. Mereka juga mendorong masyarakat melakukan muhasabah dan mengevaluasi perilaku terhadap lingkungan. Pesan tersebut muncul karena krisis air dan bencana membutuhkan usaha nyata sekaligus kesadaran bersama. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.

NONTON GRATIS LIVE STREAMING STADIONLIVE NONTON GRATIS LIVE STREAMING SHOTSGOAL

Masjid Al-Azhar Ajak Warga Hadapi Kekeringan dengan Doa

Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara menjelaskan bahwa salat Istisqa menjadi salah satu bentuk respons umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Menurutnya, umat dapat memadukan ikhtiar dengan doa dan istigfar saat kondisi sulit terjadi.

Tatang menyebut salat Istisqa secara khusus bertujuan memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Pengurus Al-Azhar berharap kegiatan tersebut dapat mengingatkan masyarakat bahwa persoalan kekeringan bukan sekadar masalah ketersediaan air, tetapi juga momentum untuk memperbaiki sikap.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Musibah Jadi Pengingat agar Manusia Introspeksi

Pengurus Masjid Agung Al-Azhar melihat musibah dan krisis lingkungan dari sisi yang lebih luas. Mereka mengajak masyarakat melakukan introspeksi sekaligus mengubah kebiasaan yang berpotensi merusak alam.

Kesadaran itu mencakup cara manusia menggunakan sumber daya alam. Masyarakat perlu menghindari eksploitasi berlebihan dan mulai menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, salat Istisqa tidak berhenti sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga membawa pesan tentang tanggung jawab manusia terhadap alam.

Baca Juga: Bikin Heboh! Prabowo Klaim Jutaan Rakyat Keluar dari Kemiskinan di Jombang

Jusuf Kalla Ingatkan Warga Jangan Cuma Berdiam Diri

Pelaksanaan salat Istisqa tersebut turut dihadiri Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Ia memberikan apresiasi terhadap langkah Masjid Agung Al-Azhar dalam mengajak masyarakat menghadapi kondisi sulit.

JK juga mengingatkan masyarakat agar tidak pasif ketika berbagai musibah datang. Doa perlu berjalan bersama ikhtiar. Pesan tersebut menegaskan bahwa masyarakat tetap harus mengambil langkah nyata sambil memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Khutbah Istisqa Singgung Soal Air yang Tak Terbatas

Pesan tentang lingkungan semakin kuat dalam khutbah salat Istisqa yang disampaikan Dr. KH. Zahrudin Sulthani, M.A. Ia mengangkat tema “Hemat Energi” yang mengajak jemaah melihat kembali cara manusia memanfaatkan sumber daya.

Jemaah mendapat pengingat bahwa air bukan sumber daya yang selalu tersedia tanpa batas. Air menjadi bagian penting dalam kehidupan sehingga manusia perlu menjaganya dengan bijak. Nilai tauhid juga dapat tercermin melalui sikap menghargai dan merawat nikmat yang diberikan Allah SWT.

Salat Istisqa Bakal Berlanjut ke Masjid Lain

Salat Istisqa di Masjid Agung Al-Azhar menjadi pelaksanaan perdana tahun ini. Pengurus kemudian menyiapkan kegiatan serupa di sejumlah masjid yang masuk dalam jaringan Al-Azhar di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Tatang menyebut beberapa lokasi yang akan mengikuti gerakan tersebut, antara lain Sentra Primer, Cakung, Cikarang, dan Bintaro. Pengurus berharap kegiatan ini berkembang secara berantai dan tidak hanya menjadi agenda sesaat.

Melalui gerakan tersebut, masyarakat mendapat ajakan untuk memperbanyak doa, memperkuat muhasabah, sekaligus menjaga lingkungan. Kekeringan dan musibah menjadi pengingat bahwa manusia perlu bergerak bersama, bukan hanya menunggu keadaan berubah.