Indonesia kembali berduka akibat gempa NTT dan karhutla Kalimantan yang berdampak pada masyarakat, hingga mendorong pelaku industri mode ikut membantu korban bencana.
Sebanyak 22 perancang yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) atau Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) memilih menggunakan karya mereka untuk ikut membantu. Para desainer tersebut berkolaborasi dengan Cotton USA dan menghadirkan koleksi kemeja putih dengan sentuhan desain khas masing-masing. Simak ulasan lengkapnya dari NASIB RAKYAT.
Kemeja Putih Jadi Cara Desainer Ikut Bergerak
Kemeja putih mungkin terlihat sederhana, tetapi proyek kali ini membawa pesan yang jauh lebih besar. Setiap desainer memberikan karakter berbeda pada kemeja yang mereka buat. Ada yang bermain dengan potongan, detail, tekstur, hingga sentuhan visual yang mencerminkan identitas desainernya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa industri mode tidak hanya berbicara tentang tren dan penampilan. Para perancang juga bisa menggunakan kreativitas mereka untuk membuka ruang kepedulian sosial. Karya yang biasanya hadir di panggung atau etalase kini memiliki tujuan lain, yaitu membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hasil Penjualan Akan Disalurkan untuk Korban Bencana
Koleksi kemeja putih tersebut dijual melalui DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation di Senayan City. Toko temporer ini berada di area Lower Ground dan resmi dibuka pada pekan lalu. Pengunjung masih memiliki kesempatan untuk melihat sekaligus membeli koleksi tersebut hingga 30 September 2026.
Yang membuat program ini semakin menarik, hasil penjualan karya para desainer tidak berhenti sebagai transaksi produk fashion. Dana tersebut akan didonasikan untuk mendukung YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa) dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga:Â 4,3 Juta KPM Baru Dapat Bansos! Pemutakhiran Desil DTSEN Bawa Perubahan
22 Desainer Hadir dengan Karakter Masing-Masing
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah nama besar di industri mode Indonesia. Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Ghea Panggabean, Mel Ahyar, Denny Wirawan, dan Wilsen Willim termasuk di dalamnya.
Nama lain yang ikut berpartisipasi antara lain Andreas Odang, Ivan Gunawan, Eddy Betty, serta Yosafat Dwi Kurniawan. Masing-masing membawa pendekatan sendiri sehingga koleksi yang hadir tidak terasa seragam. Justru perbedaan karakter itulah yang membuat proyek ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pencinta mode.
Dari Fashion untuk Kepedulian Sosial
Sjamsidar Isa, salah satu pendiri sekaligus ketua umum IPMI, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti khusus karena hasil penjualan karya akan digunakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir melalui berbagai bentuk, termasuk sesuatu yang dekat dengan keseharian seperti pakaian.
Langkah para desainer ini juga memperlihatkan bagaimana kreativitas bisa bertemu dengan aksi sosial. Pembeli tidak hanya mendapatkan sebuah kemeja hasil rancangan desainer, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam gerakan bantuan. Konsep seperti ini membuat produk fashion memiliki cerita yang lebih kuat di balik desainnya.
Masih Bisa Datang ke Pop-Up Store hingga 30 September
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung koleksi kolaborasi tersebut, DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation masih berlangsung di Senayan City sampai 30 September 2026. Instalasi yang menghiasi toko temporer tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
Kehadiran 22 desainer dalam proyek ini menjadi pengingat bahwa dunia mode punya ruang untuk berkontribusi lebih luas. Ketika karya kreatif dipadukan dengan kepedulian, sebuah kemeja putih tidak lagi sekadar pilihan busana. Di baliknya ada upaya untuk membantu masyarakat yang sedang berusaha bangkit setelah bencana.